JAKARTA, wartametropolitan.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Jakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman saat menyambut delegasi dan tamu kehormatan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam acara Welcoming Dinner Harmony in Diversity Award 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan rasa bangganya karena Jakarta menjadi kota pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang penghargaan tersebut setelah pertama kali digelar di Singapura pada tahun sebelumnya. Menurutnya, penyelenggaraan acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persahabatan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

“Kami memandang acara ini sebagai komitmen kolektif untuk memperkuat perdamaian dan persahabatan di seluruh Asia Tenggara,” kata Pramono.

Pramono menilai tantangan geopolitik yang berkembang saat ini semakin kompleks dan berpotensi memunculkan polarisasi serta ketegangan sosial. Karena itu, ia menekankan bahwa kohesi sosial harus terus dibangun melalui rasa saling percaya, penghormatan antarmasyarakat, serta dialog yang berlangsung secara berkesinambungan.

Mengacu pada data Southeast Asian Social Cohesion Radar, indeks kohesi sosial di kawasan ASEAN saat ini berada pada angka 72,4 persen. Meski demikian, menurut Pramono, seluruh negara di kawasan tetap perlu memperkuat kolaborasi agar harmoni sosial dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Itulah sebabnya penghargaan ini menjadi sangat bermakna,” ujar dia.

Ia juga mengapresiasi hadirnya puluhan tokoh inspiratif dari berbagai negara Asia Tenggara yang dinilai berperan dalam memperkuat persatuan, membangun kepercayaan, serta menghadirkan harapan di tengah masyarakat yang majemuk. Salah satu penerima penghargaan, Cardinal Orlando Beltran Quevedo, disebutnya sebagai figur yang konsisten mempromosikan perdamaian di Mindanao.

Menurut Pramono, nilai-nilai yang diusung dalam Harmony in Diversity Award sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang etnis, budaya, dan agama. Keragaman tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari identitas ibu kota.

Berbagai perayaan budaya dan keagamaan yang rutin digelar di Jakarta, seperti Christmas Carol Colosal, perayaan Imlek, parade Ogoh-ogoh, Jakarta Bedug Colosal, hingga Waisak, menjadi bukti bahwa ruang kebersamaan terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat.

“Semua itu mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan kita,” ucapnya.

Acara Welcoming Dinner Harmony in Diversity Award 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Founder and Chair of 5P Global Movement Arsjad Rasjid, serta mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dan Marty Natalegawa.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *