
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat perkembangan positif di sektor ketenagakerjaan sepanjang 2026. Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja dan menurunnya angka pengangguran menjadi indikator membaiknya kondisi pasar tenaga kerja di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, tren tersebut terlihat dari naiknya tingkat partisipasi angkatan kerja serta berkurangnya tingkat pengangguran terbuka dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks bertema “Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga” yang digelar di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).
“Di sektor ketenagakerjaan tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan,” kata Pramono.
Pada 2026, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin secara yoy menjadi 65,48 persen, dengan jumlah penduduk bekerja bertambah menjadi 5,2 juta orang.
Selain itu, perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari penurunan angka pengangguran terbuka di Jakarta sebesar 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.
Pramono mengatakan, penurunan angka pengangguran ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan. Salah satunya yakni pembukaan 2.843 lowongan kerja program padat karya.
Selain itu, juga telah dilaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMA yang melibatkan 107 perusahaan; serta pelatihan Mobile Training Unit bagi 2.731 peserta.
Pramono menyebut, peningkatan kesempatan kerja ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
Selain memperkuat pasar kerja domestik, Pemprov DKI juga berkomitmen melanjutkan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, seperti Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi.
Mereka akan dibekali dengan pelatihan bahasa yang lebih baik untuk mendukung keahlian yang dimiliki.
“Itulah cara kita untuk bisa mempersiapkan tenaga kerja kita untuk bekerja di luar negeri,” ucap Pramono.





