
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia dan layanan air bersih bagi masyarakat tidak terganggu. Langkah antisipatif dinilai penting agar dampak musim kering tidak memicu kelangkaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ). Ia meminta seluruh instansi terkait bergerak lebih awal untuk meminimalkan potensi gangguan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Menurut Taufik, Komisi B telah meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengantisipasi kemungkinan terganggunya distribusi maupun ketersediaan bahan pangan, terutama komoditas pokok yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.
“Kami menanyakan bagaimana dampak kemarau terhadap ketersediaan pangan di Jakarta, terutama sembako seperti beras, daging, telur, dan lainnya. Kalau memang ada dampaknya, harus segera diambil langkah agar ketersediaan dan harga pangan tetap terjaga,” kata Taufik.
Selain sektor pangan, Taufik juga menaruh perhatian terhadap layanan air bersih. Ia meminta PAM Jaya terus mempercepat perluasan jaringan air perpipaan agar target cakupan layanan bagi seluruh warga Jakarta pada 2029 dapat direalisasikan.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan yang menunjukkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Taufik menilai kondisi tersebut kemungkinan karena musim kemarau baru mulai berlangsung.
“Belum ada laporan yang signifikan terkait kesulitan air dari sumur-sumur warga,” ujar dia.
Ia turut memberikan apresiasi terhadap program pembagian tandon air gratis yang dijalankan PAM Jaya. Program tersebut dinilai mampu membantu warga yang tinggal di kawasan dengan tekanan distribusi air rendah sehingga pasokan air belum optimal.
“Program tandon gratis sangat membantu. Namun, PAM Jaya juga perlu terus memperluas jaringan perpipaan dan menambah kuota tandon gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Di samping menjaga kebutuhan dasar masyarakat, Taufik mengingatkan pentingnya pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) serta taman kota selama musim kemarau. Menurutnya, kawasan hijau yang telah tertata baik harus tetap dirawat agar tidak mengalami kekeringan dan tetap berfungsi sebagai penyeimbang lingkungan perkotaan.
“Dari sisi lingkungan hidup, tanaman atau taman-taman yang sudah bagus di Jakarta harus tetap dipelihara selama musim kemarau ini agar tidak kering,” ucap dia.
Melalui langkah antisipasi di sektor pangan, penyediaan air bersih, hingga perawatan ruang terbuka hijau, DPRD berharap Pemprov DKI Jakarta mampu menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal sepanjang musim kemarau.





