
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada tahun ini. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan hingga dua kali dalam sepekan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bagian dari strategi mengurangi dampak musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran di wilayah ibu kota.
“Tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca kalau ada awan,” kata Pramono.
Menurut Pramono, keputusan tersebut diambil setelah Pemprov DKI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada akhir September hingga pertengahan Oktober 2026. Kondisi itu disebut berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan fenomena serupa yang terjadi pada 2023.
Meski peluang terbentuknya awan hujan diperkirakan tidak terlalu besar selama musim kemarau, Pramono meminta seluruh jajaran terkait tetap mempersiapkan pelaksanaan OMC agar dapat segera dilakukan ketika kondisi cuaca mendukung.
Selain menyiapkan hujan buatan, Pemprov DKI juga meningkatkan langkah antisipasi terhadap dampak lain yang berpotensi muncul selama musim kemarau, terutama ancaman kebakaran dan terganggunya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, seluruh wali kota di lima wilayah administrasi Jakarta akan mengintensifkan sosialisasi melalui program Jaga Jakarta. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.
Pramono juga mengimbau para pengurus Rukun Warga (RW) agar menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan masing-masing sebagai langkah pencegahan dini terhadap kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
“Itulah dua yang akan menjadi konsentrasi untuk kita tangani yaitu air bersih, yang kedua adalah kebakaran,” ucap Pramono.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap dampak El Nino dan musim kemarau berkepanjangan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, sementara risiko kekeringan maupun kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.





