JAKARTA, wartametropolitan.com – Ferrari Luce, mobil listrik pertama dari pabrikan otomotif asal Italia, mencatatkan penjualan fantastis dalam sebuah lelang amal. Kendaraan istimewa tersebut terjual seharga US$40 juta, sekaligus menorehkan rekor sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual melalui lelang.

Penjualan bersejarah itu berlangsung dalam lelang RM Sotheby’s di California. Jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp15.000 per dolar AS, nilai transaksi tersebut setara dengan Rp600 miliar.

Harga tersebut bahkan mencapai lebih dari 35 kali lipat dari harga normal Ferrari Luce. Besarnya nilai penjualan tidak hanya dipengaruhi oleh statusnya sebagai Ferrari listrik pertama, tetapi juga karena kendaraan yang dilelang merupakan unit unik dan hanya tersedia satu.

Ferrari Luce dirancang melalui kolaborasi dengan Sir Jony Ive, desainer yang dikenal luas lewat karya-karyanya di industri teknologi, termasuk desain berbagai produk Apple. Mobil tersebut mendapat sejumlah sentuhan khusus yang membedakannya dari kendaraan produksi biasa.

Unit yang dilelang tampil dengan lapisan eksterior putih khas, roda rancangan khusus, sistem pengereman yang telah dimodifikasi, serta berbagai komponen yang dibuat secara khusus atau bespoke.

Meski nilai transaksinya mencengangkan, identitas pembeli Ferrari Luce tersebut belum diumumkan kepada publik.

Yang membuat lelang ini semakin istimewa adalah seluruh hasil penjualan akan dialokasikan untuk kepentingan pendidikan. Sotheby’s menyatakan dana dari transaksi tersebut akan disumbangkan untuk program pendidikan yang dijalankan Ferrari Foundation.

Debut Ferrari di Era Mobil Listrik

Ferrari Luce sebelumnya telah menjadi perhatian sejak diperkenalkan pada Mei 2026. Kehadiran mobil ini menjadi langkah penting bagi Ferrari karena menandai upaya perusahaan memasuki segmen kendaraan listrik.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan arah bagi Ferrari yang selama puluhan tahun membangun citra melalui mobil sport berperforma tinggi dengan mesin pembakaran internal.

Namun, kemunculan Luce tidak sepenuhnya disambut positif. Sebagian penggemar dan pengamat otomotif mempertanyakan keputusan Ferrari menghadirkan mobil listrik yang dinilai berbeda dari karakter desain serta identitas tradisional merek tersebut.

Perdebatan mengenai desain Luce bahkan berdampak terhadap pasar saham Ferrari. Harga saham perusahaan tercatat mengalami penurunan sehari setelah mobil tersebut diperkenalkan.

Kritik juga datang dari sejumlah tokoh Italia. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini serta mantan ketua Ferrari Luca Cordero di Montezemolo termasuk pihak yang mempertanyakan arah baru tersebut.

Montezemolo bahkan memperingatkan bahwa model tersebut “berisiko menghancurkan sebuah legenda.”

Di tengah kritik yang bermunculan, Kepala Desain Ferrari Flavio Manzoni memberikan pembelaan terhadap Luce. Menurutnya, respons negatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menghadirkan sesuatu yang baru.

Ferrari meyakini penerimaan publik terhadap Luce dapat berubah seiring waktu. Manzoni juga menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat pada akhirnya akan menghargai pendekatan desain dan inovasi yang diterapkan pada mobil listrik tersebut.

Sementara itu, Sotheby’s melihat unit Luce yang dilelang sebagai barang koleksi dengan nilai sejarah tersendiri. Statusnya sebagai mobil produksi pertama dari model tersebut membuat kendaraan ini memiliki daya tarik lebih bagi kolektor.

Sotheby’s menyebut Luce yang dilelang tersebut sebagai “kesempatan luar biasa” untuk memiliki mobil produksi pertama dari model ini.

Rekor US$40 juta yang diraih Ferrari Luce akhirnya menambah babak baru dalam perjalanan Ferrari memasuki era kendaraan listrik. Di satu sisi, mobil tersebut menghadapi kritik karena dianggap menjauh dari tradisi, tetapi di sisi lain, nilai lelang yang luar biasa menunjukkan tingginya daya tarik sebuah Ferrari yang memiliki status unik dan bersejarah.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *