JAKARTA, wartametropolitan.com – Mobilitas jutaan warga Jakarta membutuhkan jaringan transportasi yang bukan hanya luas setiap hari. Tidak itu saja, juga jaringan transportasi yang mampu saling terhubung ketika terjadi perubahan situasi di lapangan. Untuk memperkuat hal tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempererat kerja sama dengan sejumlah operator transportasi publik di Jakarta.

Penguatan kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta pada Selasa (18/8/2026).

Kesepakatan tersebut melibatkan Transjakarta bersama KAI, KCI, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Kerja sama ini menjadi upaya untuk membangun sistem transportasi antarmoda yang lebih terkoordinasi, terutama ketika terjadi gangguan layanan, lonjakan penumpang, maupun kebutuhan operasional lainnya.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan bagian dari penerapan pilar strategis 3S, yakni Service, Strategic Partnership, and Sustainability.

Menurutnya, kolaborasi antarpengelola transportasi menjadi penting untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap nyaman dan aman dari satu moda menuju moda lainnya.

“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Melalui kemitraan strategis ini, Transjakarta bersama para operator lain bertekad untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian perjalanan masyarakat, mulai dari halte bus hingga stasiun kereta, berjalan dengan lancar, terkoordinasi, dan tanpa hambatan,” kata Welfizon.

Skala integrasi yang telah dibangun Transjakarta juga menjadi alasan penguatan kerja sama tersebut. Saat ini, layanan Transjakarta telah terkoneksi dengan 74 titik fasilitas transportasi antarmoda dan melayani rata-rata sekitar 1,5 juta pelanggan setiap hari.

Posisi Transjakarta tidak hanya sebagai layanan bus, tetapi juga menjadi penghubung berbagai moda transportasi berbasis rel. Karena itu, koordinasi operasional dinilai sama pentingnya dengan konektivitas secara fisik.

“Dengan fleksibilitas jaringan bus yang menjangkau berbagai moda berbasis rel, Transjakarta berperan aktif sebagai integrator. Kerja sama ini memastikan bahwa integrasi tersebut tidak hanya fisik, tetapi juga secara operasional, sehingga menghadirkan pengalaman perjalanan yang tangguh, andal, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Melalui MoU tersebut, para operator sepakat memperkuat empat aspek utama. Pertama, koordinasi antarmoda akan ditingkatkan agar konektivitas dan penyesuaian jadwal antara bus dengan layanan kereta dapat berlangsung lebih mulus.

Kedua, pertukaran informasi akan dipercepat dengan memungkinkan operator berbagi informasi secara waktu nyata. Langkah ini diharapkan membuat penyesuaian layanan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat ketika kondisi di lapangan berubah.

Aspek ketiga berkaitan dengan mekanisme dukungan antaroperator. Prosedur bersama akan dikembangkan untuk menghadapi situasi seperti peningkatan jumlah penumpang atau kebutuhan tambahan armada.

Sementara itu, aspek keempat berfokus pada kesiapsiagaan dan respons. Seluruh operator didorong memiliki kemampuan untuk merespons gangguan maupun dinamika operasional secara cepat, terpadu, dan solutif.

Welfizon turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama Dinas Perhubungan, yang dinilai berperan dalam mendorong terbentuknya kolaborasi antarmoda tersebut.

“Dengan sinergi ini, kami percaya dapat membangun transportasi di Jakarta yang lebih kokoh, nyaman, dan berkesinambungan, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang maju,” ucap dia.

Penguatan kerja sama ini diharapkan membuat perjalanan masyarakat menggunakan transportasi publik di Jakarta semakin terintegrasi. Tidak hanya mempermudah perpindahan dari bus ke kereta, kolaborasi tersebut juga menjadi fondasi untuk menghadapi berbagai kondisi darurat dan perubahan kebutuhan mobilitas secara lebih terkoordinasi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *