JAKARTA, wartametropolitan.com – Penggemar Harry Potter dan Twilight yang sedang mencari tontonan fantasi dengan dunia magis, romansa, serta makhluk supernatural bisa melirik The Mortal Instruments: City of Bones. Film yang sempat gagal memenuhi ekspektasi di bioskop tersebut kini hadir di Netflix Amerika Serikat.

The Mortal Instruments: City of Bones pertama kali dirilis di bioskop pada 21 Agustus 2013. Film ini diadaptasi dari novel City of Bones karya Cassandra Clare dan membawa penonton memasuki dunia tersembunyi yang dihuni para Pemburu Bayangan, vampir, manusia serigala, serta berbagai makhluk supernatural.

Film tersebut mulai tersedia di Netflix Amerika Serikat pada 1 Agustus. Kehadirannya di layanan streaming menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengenal kembali waralaba fantasi yang sempat berhenti di layar lebar setelah hanya menghasilkan satu film.

Bagi penggemar Harry Potter, kemiripan The Mortal Instruments: City of Bones terlihat dari konsep dunia gaib yang tersembunyi dari masyarakat biasa. Dalam film tersebut, orang biasa yang disebut Mundanes tidak dapat melihat keberadaan dunia supernatural di sekitar mereka.

Namun, alih-alih menggunakan tongkat sihir seperti dalam Harry Potter, karakter di film ini menggunakan stele sebagai salah satu benda penting dalam kehidupan para Pemburu Bayangan.

Pengaruh Twilight terasa melalui kehadiran vampir dan manusia serigala yang menjadi bagian dari Dunia Bawah. Film ini juga menyuguhkan kisah percintaan yang melibatkan tokoh utama perempuan dengan dua sosok berbeda, sehingga menghadirkan dinamika yang mengingatkan pada formula segitiga cinta dalam Twilight.

Cerita berpusat pada seorang gadis setengah manusia dan setengah malaikat yang terjebak dalam dunia para Pemburu Bayangan. Di tengah perjalanan tersebut, ia menghadapi persoalan identitas sekaligus hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

The Mortal Instruments: City of Bones merupakan bagian dari waralaba yang berasal dari karya Cassandra Clare. Menariknya, Clare sebelumnya dikenal melalui karya fiksi penggemar bertema Harry Potter yang berfokus pada karakter Draco Malfoy.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi karya orisinal yang membentuk dunia The Mortal Instruments. Formula fantasi, pertarungan, romansa, dan konflik antarkelompok menjadi elemen utama yang ditawarkan kepada penonton.

Film ini juga diperkuat oleh sejumlah pemeran populer. Lily Collins tampil sebagai pemeran utama bersama Jamie Campbell Bower. Selain itu, terdapat Jared Harris dan Lena Headey yang turut mengambil bagian dalam film tersebut.

Meski membawa materi dari novel populer dan memiliki jajaran pemeran yang menjanjikan, perjalanan The Mortal Instruments: City of Bones di bioskop tidak berlangsung mulus.

Film tersebut dilaporkan menghabiskan anggaran sekitar 60 juta dolar AS. Dengan biaya produksi tersebut, film diperkirakan perlu meraup sekitar 120 juta hingga 150 juta dolar AS agar dapat mencapai titik impas.

Namun, pendapatan globalnya hanya mencapai sekira 95,4 juta dolar AS. Angka tersebut membuat rencana pengembangan waralaba melalui layar lebar tidak berlanjut.

Salah satu persoalan yang dinilai menjadi kelemahan film adalah banyaknya informasi mengenai latar dunia yang harus dimasukkan dalam durasi terbatas. Akibatnya, cerita harus bergerak cepat untuk memperkenalkan berbagai unsur dalam semesta The Mortal Instruments.

Meskipun versi filmnya berhenti setelah satu judul, kisah The Mortal Instruments tidak benar-benar berakhir. Pada 2016, waralaba tersebut kembali diadaptasi menjadi serial televisi berjudul Shadowhunters.

Versi serial tersebut melakukan perubahan pemeran. Katherine McNamara mengambil alih peran utama yang sebelumnya dimainkan Lily Collins, sementara Dominic Sherwood menggantikan Jamie Campbell Bower.

Berbeda dengan filmnya, Shadowhunters memiliki ruang cerita yang jauh lebih panjang. Format serial memungkinkan kisah mengembangkan mitologi, karakter, konflik, serta berbagai lokasi dalam dunia Pemburu Bayangan secara lebih leluasa.

Serial tersebut kemudian berjalan selama tiga musim dan memperoleh respons penonton yang cukup kuat. Shadowhunters bahkan mencatat skor penonton 80 persen di Rotten Tomatoes.

Karena itu, kehadiran kembali The Mortal Instruments: City of Bones di Netflix dapat menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai perpaduan fantasi, dunia magis, romansa, vampir, dan manusia serigala. Film tersebut juga bisa menjadi pintu masuk sebelum melanjutkan kisahnya melalui tiga musim Shadowhunters.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *