
JAKARTA, wartametropolitan.com – Film reboot Resident Evil langsung menunjukkan taringnya di box office setelah resmi tayang di bioskop pada 18 September 2026. Dalam tiga hari pertama, film garapan Zach Cregger itu berhasil mengumpulkan sekira USD 60 juta atau sekira Rp954 miliar di Amerika Utara.
Perolehan tersebut jauh melampaui proyeksi awal Sony yang memperkirakan film ini hanya mampu meraih sekitar 40 juta dolar AS. Bahkan setelah perkiraan tersebut direvisi menjadi 53 juta hingga 55 juta dolar AS, hasil akhirnya tetap berada di atas ekspektasi.
Pencapaian itu sekaligus mengantarkan Resident Evil terbaru menjadi film dengan pembukaan terbesar sepanjang sejarah waralaba horor tersebut.
Sebelumnya, rekor pembukaan dipegang Resident Evil: Afterlife. Film yang dirilis pada 2010 itu mengantongi sekitar 60,1 juta dolar AS atau sekitar Rp955 miliar di Amerika Utara sepanjang masa penayangannya di bioskop.
Tak hanya mengandalkan pasar Amerika Utara, Resident Evil juga memperoleh respons kuat dari penonton internasional. Film tersebut menambahkan pendapatan 43,8 juta dolar AS atau sekitar Rp697 miliar dari 62 negara.
Dengan demikian, total pendapatan global pada periode awal penayangannya mencapai sekitar 103,8 juta dolar AS atau sekitar Rp1,65 triliun.
Cerita film ini berfokus pada seorang kurir medis yang diperankan Austin Abrams. Karakter tersebut harus menghadapi situasi mencekam setelah terjebak di tengah wabah virus mematikan yang melanda Raccoon City.
Selain Abrams, film ini turut menghadirkan Zach Cherry, Kali Reis, dan Paul Walter Hauser sebagai bagian dari jajaran pemain.
Kesuksesan Resident Evil juga menjadi pencapaian penting bagi Cregger setelah film sebelumnya, Weapons, mencatat pembukaan 43,5 juta dolar AS pada 2025.
Dari sisi penerimaan, film reboot ini juga memperoleh tanggapan positif. Berdasarkan materi sumber, Resident Evil mencatat skor kritikus 96 persen dan skor penonton 92 persen di Rotten Tomatoes.





