
JAKARTA, wartametropolitan.com – Arab Saudi memasuki babak baru dalam industri otomotif. Negara kaya minyak itu meluncurkan kendaraan listrik pertama dari merek dalam negeri, Ceer.
Dua model perdana yang diperkenalkan, EXOBOT, langsung mencuri perhatian melalui desain futuristis yang menyerupai kendaraan dalam film fiksi ilmiah Tron.

EXOBOT hadir dalam dua jenis kendaraan, yakni sedan dan SUV listrik premium. Keduanya mengusung tampilan yang tidak lazim untuk kendaraan produksi massal, termasuk pintu gullwing yang membuka ke arah atas.
Ceer juga menghilangkan pilar yang biasanya berada di antara pintu depan dan belakang. Rancangan tersebut membuat tampilan kedua kendaraan semakin futuristis dan memperkuat karakter EXOBOT sebagai produk otomotif baru Arab Saudi.
Kedua kendaraan listrik tersebut diperkirakan mulai dipasarkan di Arab Saudi pada awal 2027. Ceer sendiri didirikan pada 2022 melalui kerja sama antara Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dan perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn.
Merek ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi membangun industri otomotif domestik di tengah strategi diversifikasi ekonomi negara tersebut.
Meski berstatus sebagai merek asal Arab Saudi, pengembangan EXOBOT melibatkan sejumlah perusahaan internasional. Foxconn menangani pengembangan arsitektur kelistrikan kendaraan, sedangkan BMW memberikan dukungan teknis.
Sejumlah pemasok dari Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, dan China juga telah membangun fasilitas produksi di Arab Saudi untuk mendukung ekosistem industri otomotif tersebut.
Produksi EXOBOT akan dilakukan di kompleks manufaktur Ceer yang berada di King Abdullah Economic City. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai basis produksi kendaraan Ceer sebelum perusahaan memperluas jangkauannya.
EXOBOT juga bukan menjadi satu-satunya produk yang dipersiapkan Ceer. Perusahaan otomotif tersebut berencana meluncurkan lima model tambahan pada periode 2028 hingga 2030.
Setelah memperkuat pasar domestik, Ceer menargetkan ekspansi secara bertahap ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Menariknya, strategi Ceer tidak sepenuhnya berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai. Perusahaan juga menyiapkan kendaraan plug-in hybrid serta kendaraan dengan mesin pembakaran konvensional untuk menyesuaikan produknya dengan perubahan permintaan pasar.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Ceer tengah membangun jajaran kendaraan dengan beragam teknologi penggerak, sekaligus mempersiapkan merek otomotif Arab Saudi untuk memasuki pasar regional yang lebih luas.





