JAKARTA, wartametropolitan.com – Penyanyi country Ella Langley membatalkan konsernya di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat, pada Jumat (9/10/2026), setelah muncul laporan ancaman keamanan. Keputusan mendadak tersebut diambil demi melindungi keselamatan penggemar, staf, dan tim yang terlibat dalam pertunjukan.

Pembatalan itu terjadi pada hari pelaksanaan konser. Namun, kepolisian Tulsa menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan mereka tidak menemukan ancaman nyata yang kredibel. Polisi menduga panggilan yang memicu kekhawatiran tersebut merupakan swatting, yakni laporan palsu yang sengaja dibuat untuk memancing respons aparat darurat.

Ella Langley Utamakan Keselamatan Penggemar

Melalui pernyataan yang diunggah di Facebook, Langley menjelaskan bahwa keputusan membatalkan pertunjukan bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ia tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan orang-orang yang hadir di lokasi acara.

“Akibat ancaman keamanan serius yang menyangkut keselamatan penggemar, staf lokasi acara, dan tim saya, keputusan yang sangat sulit telah diambil untuk membatalkan pertunjukan malam ini,” tulis Langley dalam pernyataannya.

Ia menegaskan sikapnya terhadap keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam konser tersebut.

“Saya menolak untuk membahayakan siapa pun,” ucap dia.

Langley juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang telah meluangkan waktu, menempuh perjalanan, dan mengeluarkan biaya untuk menyaksikan penampilannya. Ia mengaku sebenarnya telah menantikan pertunjukan tersebut, tetapi keselamatan penonton tetap menjadi pertimbangan utama.

Menurut pernyataan sang penyanyi, keputusan pembatalan diambil berdasarkan saran dari aparat setempat, pengelola BOK Center, dan tim keamanannya.

Polisi Tulsa Tak Temukan Ancaman Kredibel

Di sisi lain, kepolisian Tulsa memberikan penjelasan berbeda mengenai proses pengambilan keputusan tersebut. Polisi menyatakan tidak merekomendasikan kepada BOK Center maupun Langley untuk membatalkan konser.

Menurut keterangan kepolisian, petugas menerima panggilan telepon pada Jumat pagi yang menyampaikan adanya potensi bahaya terkait pertunjukan. Namun, penelepon tidak memberikan rincian spesifik mengenai ancaman yang dimaksud.

Sebelum konser berlangsung, petugas telah menjalankan pemeriksaan keamanan rutin dan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Setelah menerima laporan tersebut, polisi kembali melakukan penyisiran di arena dengan melibatkan unit K-9 serta menambah personel keamanan.

Hasil pemeriksaan lanjutan itu tidak menemukan ancaman yang dinilai kredibel. Kepolisian pun menduga laporan tersebut merupakan aksi swatting.

Swatting merupakan tindakan menyampaikan laporan darurat palsu untuk memancing pengerahan aparat kepolisian atau petugas tanggap darurat ke lokasi tertentu. Aksi semacam ini dapat menimbulkan kepanikan dan mengerahkan sumber daya keamanan meskipun tidak terdapat bahaya nyata.

Meski polisi tidak menemukan ancaman yang kredibel, konser Ella Langley tetap dibatalkan oleh pihak terkait.

Pengembalian Tiket Masih Menunggu Informasi

Pembatalan konser tersebut turut berdampak pada para pemegang tiket yang telah merencanakan kehadiran mereka. Pengelola BOK Center menyampaikan bahwa keselamatan penggemar, staf, dan artis merupakan prioritas utama, sekaligus meminta maaf atas perubahan rencana tersebut.

Pihak arena menyatakan informasi mengenai mekanisme pengembalian dana tiket akan disampaikan sesegera mungkin. Hingga pernyataan tersebut dirilis, belum ada kepastian apakah konser Ella Langley di Tulsa akan dijadwalkan ulang.

Dengan demikian, nasib pertunjukan yang batal itu masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pihak penyanyi maupun pengelola BOK Center.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *