
JAKARTA, wartametropolitan.com – Puskesmas Kebayoran Lama digadang-gadang menjadi percontohan layanan kesehatan tingkat pertama di DKI Jakarta. Penilaian tersebut diungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kunjungannya ke fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI tersebut.
Kehadiran Pramono bertujuan memastikan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengevaluasi kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dikelola pemerintah daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Pramono menyoroti kualitas pelayanan serta kelengkapan fasilitas Puskesmas Kebayoran Lama yang dinilai telah melampaui standar puskesmas pada umumnya. Dengan dukungan puluhan tenaga medis, puskesmas ini mampu melayani ratusan pasien setiap hari.
“Terus terang, tadi begitu melihat Puskesmas ini saya kaget karena Puskesmasnya sudah hampir seperti rumah sakit di kota-kota di daerah. Pelayanannya baik, ada 41 dokter umum dan kemudian 14 dokter gigi. Jadi artinya pelayanannya sangat baik,” ujar Pramono di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Tak hanya warga sekitar, puskesmas ini juga menjadi rujukan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Pramono pun berharap Puskesmas Kebayoran Lama bisa menjadi percontohan layanan kesehatan, baik bagi puskesmas lainnya di Jakarta maupun bagi daerah lain.
“Mudah-mudahan puskesmas seperti ini dikelola dengan baik dan bisa menjadi percontohan untuk di Jakarta dan tentunya juga di daerah lain,” katanya.
Jakarta sendiri hingga kini memiliki 44 puskesmas kecamatan, 267 puskesmas pembantu, dan 31 RSUD. Seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta itupun wajib memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna BPJS.
Sementara Puskesmas Kebayoran Lama menyediakan 15 jenis layanan kesehatan di antaranya meliputi layanan dewasa dan lansia; layanan kesehatan ibu dan anak; layanan bersalin; layanan gawat darurat 24 jam; serta pengendalian penyakit.
Terkait masih adanya beberapa kelurahan yang belum memiliki fasilitas kesehatan, Pramono menargetkan pembangunan lima puskesmas pembantu pada tahun ini, terutama di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
“Mudah-mudahan di era saya semua puskesmas pembantunya sudah terpenuhi. Tahun ini ada lima yang dibangun,” ucap dia.





