JAKARTA, wartametropolitan.com – POP MART, perusahaan koleksi figur ternama yang dikenal lewat karakter Labubu dan Monster, resmi berkolaborasi dengan serial populer Netflix, Stranger Things. Kolaborasi ini membawa penggemar langsung ke dunia gelap The Upside Down, dimensi ikonik dalam serial tersebut.

Stranger Things sendiri telah menjadi fenomena budaya global sejak pertama kali tayang pada 2016. Serial karya Duffer Brothers ini memadukan misteri konspiratif dan horor supranatural dengan nuansa nostalgia era 1980-an, terinspirasi dari kisah remaja klasik seperti The Goonies dan Stand By Me.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari perayaan 20 tahun figur Molly, karya seniman asal Hong Kong Kenny Wong, yang dikenal sebagai mitra artistik pertama POP MART lebih dari satu dekade lalu. Hubungan jangka panjang tersebut turut membentuk identitas POP MART sebagai merek yang kuat dalam kolaborasi lintas budaya pop.

Untuk menandai momen peringatan tersebut, POP MART dan Kenny Wong menghadirkan versi terbaru dari figur ikonik Space Molly dengan sentuhan dunia Hawkins. Karakter ini mendapatkan interpretasi visual yang terinspirasi langsung dari atmosfer Stranger Things.

Fokus utama koleksi edisi terbatas ini adalah Mindflayer, antagonis utama dalam serial tersebut. Figur hadir dalam ukuran 400 persen dan 1.000 persen, dengan tampilan dominan hitam dan merah tua yang mencerminkan kegelapan The Upside Down. Sosok arachnid menyeramkan tersebut digambarkan melilit pakaian luar angkasa Space Molly.

Untuk memperkuat kesan organik dan mengerikan khas serial, Kenny Wong menggunakan teknik pencetakan UV. Teknik ini menghadirkan tekstur sulur hitam yang menyerupai jaringan hidup, mempertegas karakter horor yang melekat pada Mindflayer.

Di tengah dominasi Stranger Things dalam percakapan budaya pop, kolaborasi ini dinilai hadir pada momen yang tepat.

“Kolaborasi ini menyatukan dua fandom global dengan cara yang terasa nostalgia sekaligus kekinian,” kata Emily Brough, Kepala IP dan Lisensi POP MART.

Emily Brough menilai Stranger Things memiliki peran besar dalam membentuk generasi penceritaan modern, sehingga penyatuan dengan Space Molly menjadi simbol perayaan kreativitas dan imajinasi.

“Stranger Things telah mendefinisikan generasi penceritaan dan budaya pop, dan menggabungkannya dengan Space Molly memungkinkan kita untuk merayakan rasa imajinasi, keingintahuan, dan koneksi yang sama. Saat Molly merayakan ulang tahun ke-20 tahun ini, kolaborasi ini merupakan cara yang bermakna untuk memulai tahun ini dengan kreativitas dan momentum,” tuturnya.

Stranger Things sendiri baru saja menuntaskan musim kelima sekaligus terakhir, dengan episode final berdurasi dua jam. Usai penayangan, muncul spekulasi penggemar mengenai episode kesembilan tersembunyi berjudul Conformity Gate, meski rumor tersebut tidak terbukti.

Meski demikian, penggemar tetap dapat kembali menjelajahi Upside Down melalui koleksi premium POP MART ini, yang menghadirkan dunia Stranger Things dalam wujud figur seni eksklusif.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *