
JAKARTA, wartametropolitan.com – Ancaman penyakit menular global masih membayangi manusia pada 2026. Seorang pakar penyakit menular mengungkapkan setidaknya ada tiga virus yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius, baik karena kemampuan bermutasi, pola penyebaran yang luas, maupun adaptasi lintas spesies.
Peringatan tersebut disampaikan Patrick Jackson, asisten profesor penyakit menular Universitas Virginia, dalam tulisannya di The Conversation. Ia menilai dinamika lingkungan global membuat virus lama maupun baru berpeluang muncul di lokasi dan skala yang tidak terduga.
“Tahun baru mungkin berarti ancaman virus baru. Virus lama terus berevolusi,” kata dia, dikutip Mirror.
Jackson menjelaskan bahwa pemanasan global dan kepadatan penduduk mendorong interaksi manusia dengan lebih banyak virus. Mobilitas manusia yang semakin tinggi juga mempercepat penyebaran penyakit lintas negara.
“Planet yang memanas dan semakin padat penduduknya membuat manusia bersentuhan dengan lebih banyak virus yang berbeda. Dan peningkatan mobilitas berarti virus dapat dengan cepat menyebar ke seluruh dunia bersama dengan inang manusianya,” ujar dia lagi.
Virus Berbahaya
Influenza A
Influenza A adalah salah satu dari empat jenis influenza, atau flu, yang dikenal. Virus influenza A adalah satu-satunya jenis influenza yang diketahui menyebabkan pandemi.
Profesor Jackson memperingatkan bahwa kita berada “di ambang pandemi” yang disebabkan oleh influenza A. “Influenza A adalah ancaman abadi,” katanya. “Virus ini menginfeksi berbagai macam hewan dan memiliki kemampuan untuk bermutasi dengan cepat,” ujarnya lagi.
Pada 2009, pandemi influenza, yang disebabkan oleh subtipe H1N1 – juga dikenal sebagai flu babi, menewaskan lebih dari 280.000 orang di seluruh dunia pada tahun pertamanya. Virus ini masih beredar hingga saat ini.
Pakar tersebut juga menyoroti kekhawatiran seputar subtipe influenza unggas H5N1 yang sangat patogen, atau flu burung, yang berasal dari influenza A. Ia mengatakan: “Virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Tiongkok selatan pada tahun 1997; burung liar membantu menyebarkan virus ini ke seluruh dunia. Pada tahun 2024, virus ini ditemukan untuk pertama kalinya pada sapi perah di AS dan kemudian menyebar di peternakan di beberapa negara bagian.”
“Penularan virus dari burung ke mamalia menimbulkan kekhawatiran besar bahwa virus tersebut dapat beradaptasi dengan manusia. Studi menunjukkan bahwa sudah banyak penularan dari sapi ke manusia.
“Pada 2026, para ilmuwan akan terus mencari bukti bahwa H5N1 telah cukup berubah untuk ditularkan dari manusia ke manusia – langkah yang diperlukan untuk memulai pandemi influenza baru. Vaksin influenza yang saat ini ada di pasaran mungkin tidak memberikan perlindungan terhadap H5N1, tetapi para ilmuwan sedang berupaya menciptakan vaksin yang efektif melawan virus tersebut,” tutur dia.
Virus Flu
Profesor Jackson mengatakan mpox “menyebar di seluruh dunia dan berpotensi memburuk”. Sebelumnya dikenal sebagai monkeypox, virus ini sebenarnya sebagian besar menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang menular ke manusia.
“Mpox sangat terkait dengan cacar, dan infeksinya menyebabkan demam dan ruam yang menyakitkan yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu,” katanya. “Ada beberapa varietas mpox, termasuk klade I yang umumnya lebih parah dan klade II yang lebih ringan.”
Vaksin untuk mpox tersedia, tetapi saat ini belum ada pengobatan yang efektif. Pada tahun 2022, wabah global mpox klade II menyebar ke lebih dari 100 negara yang belum pernah melihat virus tersebut sebelumnya.
Wabah ini didorong oleh penularan virus dari manusia ke manusia melalui kontak dekat, seringkali melalui hubungan seksual. Ia menambahkan: “Meskipun jumlah kasus mpox telah menurun secara signifikan sejak wabah 2022, mpox klade II telah menyebar di seluruh dunia.
“Beberapa negara di Afrika tengah juga melaporkan peningkatan kasus mpox clade I sejak 2024. Sejak Agustus 2025, empat kasus mpox clade I telah terjadi di AS, termasuk pada orang-orang yang tidak bepergian ke Afrika.”
Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), kasus mpox clade I juga telah terdeteksi di Inggris.
Virus Oropouche
Ini adalah virus yang ditularkan melalui serangga dan, menurut Prof Jackson, “siap menyebar”. Virus ini dibawa oleh nyamuk dan lalat penggigit kecil.
“Sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Penyakit ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari, tetapi beberapa pasien mengalami kelemahan yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu. Penyakit ini juga dapat kambuh setelah seseorang awalnya pulih,” kata Prof Jackson.
Virus ini awalnya ditemukan di Trinidad dan Tobago tetapi sejak itu telah menyebar ke wilayah yang lebih luas di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia.
“Kasus di Amerika Serikat biasanya terjadi di antara para pelancong yang kembali dari luar negeri. Pada tahun 2026, wabah Oropouche kemungkinan akan terus memengaruhi para pelancong di Amerika,” ujarnya.
“Lalat penggigit yang membawa virus Oropouche ditemukan di seluruh Amerika Utara dan Selatan, termasuk Amerika Serikat bagian tenggara. Jangkauan virus ini dapat terus meluas,” ucap dia lagi.







