JAKARTA, wartametropolitan.com – Britney Spears kembali membuka sisi emosional kehidupannya melalui sebuah unggahan di X. Penyanyi asal Amerika Serikat itu mengaku merasa gagal sebagai seorang ibu setelah salah satu putranya mengatakan kepadanya bahwa dirinya tidak percaya kepada Tuhan.

Pengakuan tersebut disampaikan Spears dalam unggahan panjang yang dibagikannya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam tulisan itu, ia tidak hanya membahas keyakinan spiritualnya, tetapi juga kembali mengingat berbagai pengalaman pahit yang pernah dialaminya bersama keluarga.

Spears mengawali unggahannya dengan foto lama kedua putranya, Sean Preston dan Jayden James, yang terlihat sedang berlari di sebuah pantai. Kedua anak Spears kini masing-masing berusia 20 dan 19 tahun.

Pernyataan mengenai kegagalannya sebagai ibu muncul ketika Spears membicarakan percakapan dengan salah satu putranya mengenai kepercayaan kepada Tuhan. Meski merasa terpukul, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak menggoyahkan keyakinan spiritual yang selama ini dipegangnya.

Ia menulis bahwa dirinya tetap percaya kepada “Roh Kudus yang bertahta tinggi di Kerajaan Surga” dan mengaku pernah merasakan kehadiran-Nya secara pribadi.

Dalam unggahan yang sama, Spears juga kembali mengungkit pengalaman sekitar lima tahun lalu yang menurutnya meninggalkan luka mendalam. Ia mengaku mengetahui bahwa kedua putranya diam-diam dibawa oleh orang tuanya, Jamie dan Lynne Spears, ke sebuah pantai tanpa sepengetahuannya.

Saat itu, hubungan Spears dengan kedua orang tuanya memang telah lama tidak harmonis. Ia juga tengah menghadapi pembatasan ruang gerak dari ayahnya serta tekanan besar akibat perhatian media terhadap kehidupannya.

Spears menggambarkan peristiwa tersebut sebagai pengalaman yang membuat kondisi mentalnya semakin terpuruk. Ia bahkan mengaku menghabiskan waktu selama dua bulan dengan terus menangisi kenyataan bahwa orang tuanya dapat menghabiskan waktu bersama anak-anaknya tanpa sepengetahuannya.

Kenangan tersebut kemudian membawanya pada pembahasan mengenai masa conservatorship yang berlangsung selama 13 tahun. Sistem perwalian tersebut sebelumnya mengendalikan berbagai aspek kehidupan Spears dan menjadi salah satu periode paling kontroversial dalam perjalanan hidupnya.

Dalam refleksinya, Spears merasa dirinya tidak pernah memperoleh kesempatan untuk sepenuhnya menjadi dirinya sendiri. Ia juga menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang sebenarnya memiliki kecerdasan, tetapi merasa dimanfaatkan dalam sistem yang menurutnya telah “mencuci otaknya.”

Di tengah berbagai kenangan tersebut, Spears mencoba melihat kehidupannya melalui sisi spiritual. Ia menyebut dirinya sebagai “seorang malaikat” sekaligus mengungkapkan kerinduan terhadap semangat, gairah, dan kegembiraan yang pernah dirasakannya.

Ia kemudian mengungkapkan keinginan untuk kembali mendekat kepada Tuhan. Spears juga ingin mendapatkan kembali perasaan penuh mimpi dan kebahagiaan yang pernah ia rasakan ketika melakukan perjalanan ke Meksiko pada masa lalu.

Unggahan emosional tersebut muncul setelah Spears melewati periode penuh gejolak sepanjang tahun ini. Pada Maret 2026, ia ditangkap dalam kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau DUI. Sebulan setelahnya, ia menjalani rehabilitasi terkait penyalahgunaan zat.

Spears menyelesaikan program rehabilitasinya pada akhir April. Saat itu, seorang sumber yang dikutip Page Six menyebut Spears berada dalam kondisi “sehat, bahagia, dan merasa sangat positif.”

Pada Mei 2026, Spears juga menerima kesepakatan pengakuan bersalah terkait kasus DUI. Kesepakatan tersebut mengharuskannya mengikuti program edukasi mengenai alkohol selama tiga bulan serta menjalani masa percobaan informal selama satu tahun.

Di tengah persoalan hukum dan pergulatan pribadi tersebut, hubungan Spears dengan kedua putranya disebut mulai membaik. Sejumlah sumber bahkan menyebut Sean Preston dan Jayden James menjadi salah satu pihak yang berperan penting dalam mendorong ibunya menjalani perawatan.

Kini, melalui unggahan terbarunya, Spears kembali menunjukkan sisi pribadi yang selama ini jarang ia ungkap secara terbuka. Selain berbicara mengenai luka keluarga dan perannya sebagai ibu, ia juga memperlihatkan upaya untuk menemukan kembali ketenangan melalui keyakinan spiritualnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *