
JAKARTA, wartametropolitan.com – Meghan Markle dikabarkan mulai mempertimbangkan perubahan sikap terkait hubungan keluarga kerajaan Inggris. Langkah itu disebut bukan demi kepentingan karier pribadinya, melainkan sebagai bentuk dukungan kepada sang suami, Pangeran Harry, yang ingin memulihkan hubungan dengan keluarganya.
Sejak menikah dengan Harry pada 2018, Meghan diketahui belum pernah kembali menjalin komunikasi dengan ayahnya, Thomas Markle. Sementara itu, Harry memilih mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada 2020 dan menetap di Amerika Serikat bersama istri serta kedua anak mereka.
Selama beberapa tahun terakhir, pasangan Duke dan Duchess of Sussex itu disebut selalu menghormati keputusan masing-masing. Harry tidak pernah memaksa Meghan untuk berdamai dengan ayahnya, sedangkan Meghan juga mendukung keinginan Harry apabila ingin memperbaiki hubungan dengan keluarga kerajaan.
Kini, situasi tersebut disebut mulai mengalami perubahan. Berbagai laporan menyebut Harry dan Raja Charles III sama-sama memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan keluarga sebelum terlambat.
Meski demikian, Meghan dinilai tidak membutuhkan rekonsiliasi untuk mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan. Ibu dua anak itu justru tengah fokus mengembangkan karier melalui berbagai proyek televisi, termasuk serial dokumenter di Netflix dan program gaya hidup With Love, Meghan.
Dalam wawancara dengan HELLO!, pakar merek dan budaya Nick Ede menilai Meghan tetap memiliki daya tarik yang kuat di mata publik, meskipun kerap memunculkan perbedaan pendapat.
Menurutnya, Meghan dan Harry berhasil membangun identitas masing-masing tanpa harus bergantung satu sama lain. Ia bahkan membandingkan pasangan Sussex dengan David dan Victoria Beckham yang sukses mengembangkan karier individu, tetapi tetap dikenal sebagai pasangan yang solid.
“Hal itu memungkinkan mereka berdua untuk mengembangkan identitas individu,” kata Nick.
Nick Ede menilai kekuatan pasangan tersebut justru muncul ketika mereka bersatu dalam memperjuangkan nilai dan tujuan yang sama.
“Meski demikian, ada nilai yang sangat besar dalam ‘Brand Sussex’ ketika mereka bersatu demi nilai-nilai dan tujuan bersama. Pasangan Beckham berhasil karena David dan Victoria memiliki karier yang berbeda namun bersatu dalam hal keluarga, kesetiaan, dan kewirausahaan. Autentisitas adalah hal yang membuat merek sebuah pasangan mampu bertahan lama,” tutur dia.
Ia juga menilai Meghan tidak bergantung pada isu rekonsiliasi dengan keluarga kerajaan untuk mempertahankan kesuksesan kariernya.
“Jika Meghan secara konsisten menyajikan konten yang menarik dan mengembangkan identitas yang jelas—terlepas dari kisah keluarga kerajaan—ia tidak membutuhkan rekonsiliasi untuk meraih kesuksesan. Hal itu tentu akan menghilangkan gangguan besar, namun kekuatan mereknya di masa depan akan dibangun di atas kepercayaan, konsistensi, dan kemampuannya memberikan alasan bagi orang-orang untuk tetap tertarik melampaui sekadar berita utama,” ucap Nick.
Di tengah spekulasi mengenai peluang rekonsiliasi tersebut, Harry dan Meghan disebut tetap saling mendukung setiap keputusan yang diambil. Fokus mereka saat ini diyakini tidak hanya pada hubungan keluarga, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kedua anak mereka sekaligus menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier masing-masing.





