JAKARTA, wartametropolitan.com – Serial fantasi The Wheel of Time harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat setelah Prime Video memutuskan menghentikan produksinya usai tiga musim. Padahal, serial yang diadaptasi dari novel karya Robert Jordan itu kerap dibandingkan dengan The Lord of the Rings dan The Witcher karena menghadirkan dunia fantasi berskala besar dengan kisah epik.

Sejak musim pertama, The Wheel of Time menampilkan perjalanan seorang tokoh dari desa kecil yang kemudian terlibat dalam pertarungan melawan kekuatan jahat. Visual megah, desain kostum, hingga sinematografi beranggaran besar membuat serial ini disebut memiliki nuansa yang mengingatkan pada The Witcher, sementara alur petualangannya dinilai memiliki kemiripan dengan The Lord of the Rings.

Namun, kemiripan tersebut ternyata belum cukup untuk mempertahankan serial itu di layanan streaming Prime Video.

Laporan Deadline menyebut keputusan pembatalan diambil setelah melalui pertimbangan yang panjang. Faktor utama yang melatarbelakanginya adalah biaya produksi yang sangat besar tidak sebanding dengan jumlah penonton yang diperoleh selama tiga musim penayangan.

Meski sempat mendapat ulasan positif dari kritikus dan bahkan memperoleh nominasi Saturn Awards, serial ini dinilai belum mampu menarik audiens dalam jumlah yang cukup. Di sisi lain, sebagian pembaca novel asli juga mengkritik adaptasi televisinya karena dianggap terlalu banyak menyimpang dari materi sumber.

Meski serial live-action berakhir, waralaba The Wheel of Time dipastikan belum benar-benar selesai. Kisah yang diadaptasi dari 14 novel tersebut masih memiliki peluang dikembangkan melalui berbagai proyek baru.

Saat ini tengah disiapkan sejumlah proyek lanjutan, mulai dari serial animasi, film layar lebar, hingga gim video. Serial animasinya akan diproduseri Thomas Vu, yang sebelumnya terlibat dalam kesuksesan serial animasi Arcane.

Vu optimistis dunia The Wheel of Time masih memiliki masa depan yang panjang berkat kekayaan cerita yang dimiliki.

“kedalaman mitologi memberikan fondasi untuk pertumbuhan waralaba multi-platform yang berkelanjutan.”

Dengan hadirnya tim kreatif baru dan berbagai proyek yang sedang dikembangkan, penggemar masih memiliki harapan untuk melihat The Wheel of Time kembali hadir dalam format berbeda dengan adaptasi yang dinilai lebih setia terhadap novel karya Robert Jordan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *