
JAKARTA, wartametropolitan.com – Upaya Katy Perry untuk kembali meramaikan industri musik melalui single terbarunya, “Watch It Burn”, belum membuahkan hasil sesuai harapan. Lagu yang dirilis pada Jumat itu gagal menembus 200 besar tangga lagu streaming Spotify, baik secara global maupun di Amerika Serikat.
Single bergenre pop-rock tersebut sebelumnya digadang-gadang menjadi penanda kembalinya penyanyi berusia 41 tahun itu ke gaya musik yang membesarkan namanya. Namun, performanya di platform streaming justru jauh dari ekspektasi.
Berdasarkan laporan news.com.au, pencapaian terbaik “Watch It Burn” sejauh ini hanya menempati posisi ke-127 di tangga lagu Spotify Brasil. Hasil tersebut dinilai mengecewakan mengingat promosi yang dilakukan berlangsung secara masif.
Untuk memperkenalkan lagu tersebut, Katy Perry merilis video musik dengan produksi berskala besar. Ia juga membawakan “Watch It Burn” dalam sejumlah festival musik bergengsi, termasuk O Son do Camiño di Spanyol pada 18 Juni dan Rock in Rio Lisboa pada 20 Juni.
Meski demikian, performa lagu tersebut masih berada di bawah single sebelumnya, “Bandaids”, yang sempat debut di peringkat ke-101 tangga lagu Spotify Global sebelum akhirnya turun.
Dalam penampilannya di podcast “Unfamous”, Katy Perry mengungkapkan bahwa “Watch It Burn” lahir dari pergulatan emosional yang ia alami setelah melewati masa sulit. Ia mengatakan selama ini cenderung memendam kemarahan yang sebenarnya layak ia rasakan.
“Ia mengakui bahwa sepanjang hidupnya ia tidak pernah mengizinkan dirinya sendiri untuk marah atas hal-hal yang seharusnya membuatnya marah, menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah menekan emosinya tetapi merasa akhirnya diizinkan untuk marah sejenak.”
Hasil yang diraih “Watch It Burn” kembali menunjukkan tantangan yang dihadapi Katy Perry dalam beberapa tahun terakhir. Meski pernah menjadi salah satu penyanyi pop paling berpengaruh di dunia, karya-karya terbarunya masih belum mampu menjangkau antusiasme pendengar seperti pada masa puncak kariernya.





