JAKARTA, wartametropolitan.com – Drama Korea terbaru Netflix berjudul Teach You A Lesson memantik perdebatan publik. Sorotan muncul setelah salah satu episodenya diduga memiliki kemiripan dengan kasus bunuh diri seorang guru sekolah dasar di Korea Selatan yang sempat menggemparkan publik pada 2023.

Serial yang dibintangi aktor Kim Mu Yeol tersebut diadaptasi dari webtoon Get Schooled. Ceritanya berpusat pada Kim Hwa Jin, seorang pejabat pemerintah yang ditugaskan menangani kasus perundungan dan berbagai persoalan serius di lingkungan sekolah.

Sebelum kontroversi terbaru ini mencuat, serial tersebut lebih dahulu menuai kritik karena dituduh mengandung unsur rasisme dan seksisme. Polemik tersebut bahkan berujung pada penghentian penayangan versi webtoonnya di Amerika Serikat.

Perhatian publik kini tertuju pada episode kelima yang menampilkan tokoh Choi Ji Seon, seorang guru kelas satu di Sekolah Dasar Hyeongjung. Dalam alur cerita, sang guru mencoba mengakhiri hidupnya di ruang kelas dan meninggalkan catatan agar buku hariannya dibaca oleh ibunya.

Melalui rangkaian kilas balik, terungkap bahwa guru tersebut mengalami tekanan berat akibat pelecehan verbal dari ibu salah satu murid. Situasi semakin memburuk setelah terjadi perkelahian antarsiswa yang memicu gelombang keluhan dan serangan terhadap dirinya. Ketika masalah itu disampaikan kepada pihak sekolah, kepala sekolah justru memintanya untuk bersabar.

Dalam cerita tersebut, Kim Hwa Jin kemudian hadir sebagai guru pengganti dan berhasil menyelesaikan konflik yang terjadi.

Banyak penonton menilai episode itu memiliki kesamaan dengan tragedi yang menimpa seorang guru muda di Sekolah Dasar Seoi pada Juli 2023. Saat itu, guru berusia 24 tahun ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di ruang penyimpanan kelas oleh dua rekan kerjanya.

Penyelidikan yang dilakukan kemudian menemukan buku harian korban yang berisi berbagai tekanan dan keluhan yang diterimanya dari orang tua murid. Kasus tersebut memicu kemarahan publik Korea Selatan dan memunculkan seruan perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga pendidik.

Meski memiliki sejumlah kemiripan, terdapat perbedaan mencolok antara kisah dalam drama dan kejadian nyata. Dalam serial tersebut, konflik berhasil diselesaikan dan sang guru mendapat bantuan. Sementara pada kasus Seoi Elementary, guru yang menjadi korban tidak sempat terselamatkan dan pihak yang diduga terlibat dalam tekanan terhadap korban tidak menerima konsekuensi hukum.

Kemiripan alur tersebut menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Sebuah unggahan yang membandingkan adegan drama dengan tragedi nyata tersebut bahkan dilaporkan viral dan memicu perdebatan mengenai batas antara karya fiksi dan peristiwa yang masih meninggalkan luka bagi masyarakat Korea Selatan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *