
JAKARTA, wartametropolitan.com – Kate Middleton yang lebih dikenal sebagai Putri Kate terus berjuang melawan kanker. Bahkan, dia memberi motivasi dan inspirasi dengan membagikan pengalaman pribadinya selama menjalani pengobatan kanker.
Wanita yang juga disapa Catherine ini mengungkap bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya bukan hanya kondisi fisik, juga penurunan kemampuan berkonsentrasi yang kerap dialami pasien kemoterapi atau dikenal sebagai chemo brain (otak kemo).
Pengalaman tersebut disampaikan Kate saat mengunjungi Rumah Sakit Christie, pusat perawatan kanker di Inggris, pada bulan lalu. Dalam rekaman yang baru beredar di media sosial, istri Pangeran William itu berbincang dengan sejumlah pasien mengenai tantangan mental yang muncul selama menjalani kemoterapi.
Kate mengaku sempat kehilangan kemampuan untuk menikmati aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan, termasuk membaca. Kondisi itu membuatnya mencari kegiatan lain yang lebih ringan untuk menjaga kesehatan mental selama masa pengobatan.
“Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi saya tidak memiliki kemampuan untuk membaca atau benar-benar fokus pada apa pun,” kata Putri kepada sesama pasien.
Perempuan 44 tahun itu kemudian menemukan bahwa mewarnai menjadi aktivitas sederhana yang membantunya melewati masa-masa sulit. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang untuk beristirahat dari tekanan tanpa harus memikirkan hasil yang sempurna.
“Itu hanyalah cara untuk bermain dan melupakan diri sendiri,” ujar Putri Wales ini.
Kate menilai aktivitas kreatif seperti mewarnai dapat menjadi terapi sederhana bagi pasien yang mengalami kesulitan berkonsentrasi selama menjalani pengobatan kanker. Fokusnya bukan menghasilkan karya, melainkan menikmati proses dan memberi kesempatan pikiran untuk beristirahat.
Pengalaman Putri Kate sejalan dengan kondisi yang dikenal sebagai chemo brain atau kabut kemo. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gangguan kognitif yang kerap dialami pasien kanker selama atau setelah menjalani kemoterapi.
Penderita kondisi tersebut umumnya mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, hingga menurunnya kejernihan berpikir. Gejala ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, meski tingkat keparahannya berbeda pada setiap pasien.
Para ahli, termasuk tim medis di Mayo Clinic, menjelaskan bahwa chemo brain dapat dipicu oleh berbagai faktor. Selain efek pengobatan kanker, stres, rasa nyeri, hingga gangguan tidur juga dapat memperburuk fungsi kognitif pasien.
Melalui kisahnya, Putri Kate menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dapat menjadi bagian dari proses pemulihan mental selama menjalani pengobatan. Pengalaman tersebut sekaligus memberi semangat bagi pasien kanker bahwa tantangan selama terapi dapat dihadapi dengan cara-cara yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.





