
JAKARTA, wartametropolitan.com – Meghan Markle menjadi kontroversi ketika mengenakan gaya busana yang berbeda dari masa lalu. Hal itu terlihat dalam kunjungannya ke Australia, di mana istri Pangeran Harry itu terlihat mengenakan kembali elemen fesyen yang sebelumnya pernah dia kritik.
Penampilan tersebut terlihat saat Maghan Markle menghadiri agenda di Swinburne University of Technology. Pada kesempatan itu, perempuan 43 tahun itu mengenakan gaun “Anya” dari label Australia Friends with Frank, yang dipadukan dengan stoking warna kulit bergaya klasik.
Pilihan tersebut menarik perhatian publik karena bertolak belakang dengan pernyataannya dalam wawancara tahun 2024 bersama Emily Chang dari Bloomberg. Saat itu, Meghan mengaku bahwa gaya berpakaian kerajaan, khususnya penggunaan stoking warna kulit, tidak mencerminkan dirinya.
Meghan Markle juga sempat menyindir tren tersebut dengan membandingkannya dengan gaya lama. “Sejak film-film di tahun 80-an,” tulisnya.
Dalam kunjungan tersebut, fokus utama sebenarnya bukan pada fesyen, melainkan kegiatan edukatif bersama Prince Harry. Keduanya berdialog dengan para mahasiswa mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental.
Pasangan Sussex dikenal aktif menyuarakan isu kesejahteraan digital. Dalam pertemuan itu, mereka mendengarkan pengalaman generasi muda terkait tekanan di dunia maya sekaligus mendorong terciptanya ruang diskusi yang terbuka.
Agenda Meghan dan Harry di Australia dijadwalkan berlanjut ke Sydney. Di sana, Meghan akan menghadiri retret bertajuk “Her Best Life” yang tengah menjadi perbincangan publik.
Perubahan gaya yang ditampilkan Meghan kali ini pun memicu beragam reaksi, sekaligus menunjukkan dinamika pilihan fesyen seorang figur publik yang terus berkembang seiring waktu.





