
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemandangan tak biasa hadir dalam Gebyar Bunga Rawa Belong 2026. Sebuah replika ondel-ondel setinggi sekitar 5,9 meter dibuat menggunakan puluhan ribu kuntum bunga Aster dan berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Karya berukuran raksasa tersebut dirangkai dengan sekitar 30.000 kuntum bunga Aster yang terdiri atas beragam varian warna. Pengerjaannya membutuhkan persiapan khusus dan telah dimulai sekitar dua pekan sebelum rangkaian kegiatan Gebyar Bunga Rawa Belong 2026 berlangsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pencapaian tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat rekor dunia kepada pihak yang terlibat dalam pembuatan replika ondel-ondel bunga tersebut.
“Atas pembuatan replika iu, hari ini, sertifikat rekor dunia dari MURI diserahkan kepada kami di DKPKP khususnya Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) dan para pedagang,” kata Hasudungan.
Menurut Hasudungan, rekor tersebut menjadi gambaran dari kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha di Pasar Bunga Rawa Belong. Kreativitas dalam mengolah bunga menjadi karya monumental dinilai turut memperlihatkan potensi yang dimiliki kawasan tersebut.
Ia berharap pencapaian itu tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap popularitas Pasar Bunga Rawa Belong. Rekor tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat semakin tertarik mengenal dan membeli produk bunga yang tersedia di kawasan itu.
“Semoga kegiatan ini bisa konsisten sehingga menjadi agenda rutin tahunan dan ikon event Jakarta,” ujar dia.
Dari sisi MURI, karya tersebut telah melalui proses verifikasi. Senior Manajer MURI Triyono menyebut rangkaian bunga berbentuk ondel-ondel itu sebagai sebuah mahakarya yang memiliki nilai lebih dari sekadar ukuran dan jumlah bunga yang digunakan.
Keberadaan replika ondel-ondel berbahan bunga juga dinilai memiliki makna budaya. Ikon khas Jakarta tersebut dipadukan dengan bunga sehingga menghasilkan karya yang merepresentasikan identitas sekaligus karakter masyarakat Ibu Kota.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, status Rawa Belong sebagai salah satu pusat bunga terbesar di Asia Tenggara semakin terkukuhkan. Dan semoga ke fepannya menjadi destinasi utama wisata bunga di Asia,” ucap Triyono.
Dengan capaian tersebut, Gebyar Bunga Rawa Belong 2026 tidak hanya menjadi ajang yang menampilkan keindahan bunga, tetapi juga membuka peluang promosi kawasan Rawa Belong sebagai sentra perdagangan dan destinasi wisata berbasis bunga.
Karya ondel-ondel setinggi 5,9 meter itu sekaligus memperlihatkan bagaimana komoditas bunga dapat dikemas menjadi atraksi kreatif yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan promosi daerah. Pemerintah dan pelaku usaha pun diharapkan dapat mempertahankan kegiatan serupa agar potensi Pasar Bunga Rawa Belong semakin dikenal, baik oleh masyarakat Jakarta maupun wisatawan.





