
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – OpenAI mengklaim telah mencapai terobosan besar di bidang matematika setelah salah satu model kecerdasan buatannya disebut berhasil memecahkan masalah Navier-Stokes, salah satu persoalan paling sulit dan lama belum terpecahkan dalam matematika modern.
Klaim tersebut disampaikan OpenAI pada 9 September 2026. Perusahaan menyebut model AI yang belum dirilis ke publik itu membutuhkan sekitar 88 jam untuk menghasilkan solusi, setelah ribuan agen AI dikerahkan secara bersamaan untuk mengerjakan persoalan tersebut.
Navier-Stokes merupakan satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang dirumuskan Clay Mathematics Institute pada 2000. Setiap persoalan menyediakan hadiah 1 juta dolar AS bagi solusi yang memenuhi ketentuan pembuktian dan pengakuan ilmiah.
Persamaan Navier-Stokes sendiri digunakan untuk menggambarkan bagaimana fluida seperti udara dan air bergerak. Persamaan tersebut memiliki peran penting dalam berbagai bidang, termasuk desain pesawat, prakiraan cuaca, hingga penelitian aliran darah.
Menurut OpenAI, penelitian mereka menunjukkan adanya kemungkinan persamaan Navier-Stokes mengalami breakdown seiring waktu. Temuan itu dinilai menjawab persoalan utama yang selama ini diajukan dalam tantangan Millennium Prize.
“Ini adalah tonggak sejarah penting bagi penelitian AI, dan potensinya bagi dunia adalah bahwa semakin banyak pertanyaan tersulit kita yang mungkin dapat dijawab,” ujar Mark Chen, kepala pejabat penelitian OpenAI, kepada para wartawan.
Meski begitu, klaim tersebut belum otomatis membuat masalah Navier-Stokes dinyatakan telah terpecahkan secara resmi. Clay Mathematics Institute memiliki prosedur yang sangat ketat sebelum sebuah solusi dapat diakui sebagai jawaban final.
Solusi yang diajukan harus terlebih dahulu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dengan proses peer review. Setelah itu, karya tersebut harus bertahan selama dua tahun dan mendapatkan pengakuan dari komunitas matematika sebelum proses peninjauan resmi dilakukan.
“Proses evaluasinya sengaja dilakukan tanpa terburu-buru, dan kami akan memastikan prosesnya sangat ketat dan teliti,” kata Profesor Martin Bridson, Presiden Clay Mathematics Institute, kepada AFP.
Di balik klaim tersebut terdapat proses komputasi dalam skala besar. OpenAI mengatakan pelatihan model AI baru dimulai pada akhir Agustus, dengan kemampuan yang disebut jauh melampaui model-model yang sebelumnya telah dirilis kepada publik.
Ketika muncul kabar bahwa sejumlah peneliti telah mendekati penyelesaian persoalan Millennium, OpenAI kemudian mengarahkan sistemnya untuk mengerjakan enam masalah yang masih belum terpecahkan. Dari proses tersebut, Navier-Stokes dianggap menunjukkan potensi paling besar sehingga seluruh sumber daya komputasi perusahaan dikerahkan untuk mengembangkannya.
Pada tahap puncak pengerjaan, sekitar 10.000 agen AI bekerja secara bersamaan. Setiap agen menjalankan tugas secara mandiri dan saling bertukar informasi untuk membantu menemukan pendekatan matematis yang dapat menghasilkan solusi.
OpenAI menyebut biaya komputasi proyek tersebut mencapai jutaan dolar AS. Bagi perusahaan, angka itu kira-kira 1.000 kali lebih besar dibandingkan biaya yang digunakan pada pencapaian matematika mereka sebelumnya.
Para peneliti OpenAI menyatakan solusi berhasil diperoleh pada Sabtu, sekitar 88 jam setelah proyek dimulai. Namun, muncul pula perdebatan mengenai kaitan klaim tersebut dengan penelitian matematikawan lain yang juga menggunakan bantuan AI.
Beberapa jam sebelum pengumuman OpenAI, Tristan Buckmaster dari New York University dan Levent Alpoge dari Anthropic merilis penelitian mengenai tiga persamaan yang saling berkaitan dengan bantuan AI. Tim tersebut sebelumnya telah mengembangkan pendekatan mereka selama berbulan-bulan.
Buckmaster menyatakan OpenAI baru mulai mengerjakan masalah tersebut setelah kabar mengenai penelitiannya beredar. Ia juga mempertanyakan penggunaan pendekatan yang menurutnya tidak lazim dan sebelumnya telah dikembangkan bersama Alpoge.
OpenAI membantah menggunakan hasil penelitian tersebut untuk mengarahkan sistem mereka. Sebastien Bubeck, salah satu peneliti OpenAI, menegaskan bahwa model mereka tidak mendapatkan prompt ataupun bukti matematis dari penelitian pihak lain.
“Perlu ditegaskan bahwa kami tidak menggunakan prompt atau bukti matematis mereka untuk memicu model kami ataupun mengarahkan agen-agen kami,” ujar Bubeck.
Meski menyangkal menggunakan hasil penelitian pesaing, OpenAI kemudian mengakui masih terdapat kemungkinan kecil bahwa data anonim dari penggunaan produk mereka oleh para peneliti terkait pernah ikut membantu peningkatan kualitas model.
Dalam unggahan berikutnya di platform X, OpenAI menyatakan, “meskipun kemungkinannya kecil, kami tidak dapat menepis kemungkinan bahwa data yang telah dianonimkan—yang berasal dari penggunaan produk kami oleh mereka—turut membantu meningkatkan kualitas model kami.”
Klaim OpenAI tersebut menjadi gambaran semakin besarnya peran AI dalam penelitian matematika tingkat tinggi. Namun, apakah Navier-Stokes benar-benar telah terpecahkan masih harus ditentukan melalui proses verifikasi ilmiah yang panjang dan independen.
Satu hal yang jelas, jika solusi tersebut nantinya terbukti benar, pencapaian itu akan menjadi tonggak penting bagi perkembangan AI sekaligus matematika, mengingat hingga kini baru satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang secara resmi berhasil diselesaikan.





