
JAKARTA, wartametropolitan.com – Shi Shi nampaknya tidak kehilangan arah bermusik usai dua tahun vakum. Peraih Golden Melody Award itu justru siap menembus panggung dunia saat comeback lewat The Taste Of…, sebuah EP yang bukan hanya menandai karier musiknya lagi, juga menjadi representasi identitasnya sebagai musisi Korea Selatan yang tumbuh di Taiwan.
Melalui lagu-lagu berbahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, Shi Shi berupaya membangun jembatan budaya sekaligus membuka langkah menuju pasar musik internasional.

Melalui EP ini, Shi Shi merekam perjalanan emosional selama masa istirahat dari industri musik, di mana setiap lagu disusun untuk menggambarkan beragam perasaan yang dialaminya, mulai dari kebahagiaan hingga kesedihan, yang diibaratkan seperti berbagai cita rasa dalam sebuah koktail.
“Selama periode ini, saya mengalami berbagai macam emosi, dari yang manis hingga yang pahit, dan bahkan beberapa momen yang asam atau pedas! Sulit untuk menggambarkan perasaan yang kita rasakan setiap hari hanya dengan kata-kata kita, tetapi terkadang perasaan itu dapat diungkapkan dan dicerna dalam sebuah lagu,” kata Shi Shi.
“Dalam EP ini, setiap lagu seperti koktail unik, menghadirkan cita rasa dan profil rasa yang berbeda, serta komposisi bahan dan emosi yang berbeda. Saya harap pendengar saya dapat menikmati masing-masing lagu!” ujar dia lagi.
The Taste Of… menjadi EP berbahasa Inggris pertama dalam perjalanan karier Shi Shi. Proyek tersebut memadukan lagu-lagu dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Mandarin, dan Korea, sebagai penghormatan terhadap latar belakang budayanya sekaligus langkah awal memperluas kiprah di industri musik internasional.

Untuk menggarap album ini, Shi Shi menggandeng sejumlah produser musik dari berbagai negara. Di antaranya parkhyeon yang pernah bekerja sama dengan MISAMO (TWICE) dan Miyeon (G)I-DLE, Different Sleep yang dikenal melalui kolaborasinya bersama Zara Larsson dan Aminé, serta produser peraih Latin Grammy, Andrø Pop.
Dua lagu yang menggunakan lirik berbahasa Korea, yakni Falling in Love dan Tteokbokki, menjadi bagian yang paling personal dalam EP tersebut. Khusus Tteokbokki, Shi Shi memilih mengangkat kenangan masa kecil dan persahabatan, berbeda dari tema hubungan asmara yang kerap mewarnai karya-karyanya.
Lagu tersebut terinspirasi dari tteokbokki, makanan khas Korea Selatan yang memiliki makna emosional bagi Shi Shi. Hidangan itu mengingatkannya pada perjalanan pulang sekolah, suasana warung makan, dan momen kebersamaan dengan teman-teman semasa kecil.
Dalam proses produksinya, Shi Shi bekerja sama dengan produser Tionghoa-Amerika Morrison Ma (MOSUN). Lagu Tteokbokki dibuka dengan rekaman suasana pasar tradisional Korea untuk menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus memperkuat atmosfer yang ingin disampaikan.
Video musik Tteokbokki juga menghadirkan momen spesial melalui reuni Shi Shi dengan aktris Lee Jung-Min. Keduanya diketahui tidak bertemu selama 16 tahun, meski tetap menjalin komunikasi. Dalam video tersebut, mereka memerankan dua sahabat masa kecil yang kembali bertemu di warung makan langganan dan mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.
Shi Shi merupakan penyanyi-penulis lagu Korea Selatan-Tiongkok generasi ketiga yang berbasis di Taiwan. Namanya dikenal luas setelah meraih penghargaan Penyanyi Wanita Terbaik dan Album Terbaik di Golden Melody Awards. Pada 2020, ia juga mencuri perhatian lewat lagu tema drama Taiwan Someday or One Day, sementara pada 2024 merilis single kolaborasi Goodbye Spring bersama musisi jazz Korea Selatan, Lee Jin-ah.
Melalui The Taste Of…, Shi Shi menegaskan ambisinya untuk terus menghadirkan karya bagi pendengar di berbagai negara sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya di panggung internasional.





