
JAKARTA, wartametropolitan.com – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perbincangan hangat di industri hiburan Korea Selatan. Kali ini, sorotan tertuju pada Lia, anggota grup K-Pop ITZY, yang menuai kritik setelah mengungkap kebiasaannya menggunakan ChatGPT.
Isu terkait AI memang tengah menjadi perhatian luas, terutama di kalangan industri hiburan. Bahkan, salah satu stasiun penyiaran besar di Korea dilaporkan telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI, dengan tuduhan bahwa sistem ChatGPT memanfaatkan konten berita mereka sebagai bahan pelatihan.
Di sisi lain, sejumlah agensi hiburan juga mulai bersikap tegas terhadap penggunaan konten berbasis AI. Penggemar disebut kerap mendapat teguran karena membagikan atau menggunakan materi yang dihasilkan oleh teknologi tersebut, khususnya yang berkaitan dengan artis populer.
Dalam situasi sensitif tersebut, pernyataan Lia justru memicu reaksi negatif dari sebagian penggemar. Ia mengaku menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu untuk memastikan informasi yang disampaikannya tetap akurat saat berinteraksi dengan penggemar.
“(Karena saya tidak mengetahuinya secara mendalam) Saya hanya memiliki pengetahuan dangkal tentang hal itu. Jadi saya tidak bisa membicarakannya dengan nyaman. Ketika saya berbicara dengan kalian, saya masih perlu memberikan informasi yang benar. Jadi jujur saja, bahkan ketika saya memposting di Instagram atau ketika saya berinteraksi dengan kalian secara langsung, saya selalu memeriksanya melalui ChatGPT.”
Pengakuan tersebut justru menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar. Sebagian dari mereka menilai penggunaan AI oleh idola bertentangan dengan permintaan sebelumnya yang meminta para artis untuk mengurangi atau menghentikan pemanfaatan teknologi tersebut.
Kontroversi ini menambah panjang daftar perdebatan terkait etika penggunaan AI di industri hiburan, khususnya di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai orisinalitas dan keaslian interaksi antara artis dan penggemar.





