
JAKARTA, wartametropolitan.com – Dunia medis mencatat kemajuan penting dalam penanganan Kanker Pankreas setelah para ilmuwan menemukan obat eksperimental baru yang dinilai mampu memperpanjang harapan hidup pasien secara signifikan.
Obat bernama Daraxonrasib itu disebut sebagai terobosan pertama dalam beberapa dekade terakhir yang menunjukkan manfaat nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup pasien kanker pankreas dalam uji klinis fase akhir.
Penelitian yang melibatkan sekitar 500 pasien menunjukkan hasil menjanjikan. Pasien yang menerima daraxonrasib bersamaan dengan kemoterapi mampu bertahan hidup rata-rata 13,2 bulan. Angka tersebut hampir dua kali lebih lama dibanding pasien yang hanya menjalani kemoterapi dengan rata-rata ketahanan hidup 6,7 bulan.
Daraxonrasib bekerja dengan menargetkan mutasi protein KRAS, salah satu pemicu utama pertumbuhan kanker pankreas. Mutasi tersebut diketahui ditemukan pada lebih dari 90 persen kasus kanker pankreas, serta sejumlah kanker lain seperti kanker paru-paru dan kanker usus besar.
Selama bertahun-tahun, protein KRAS dianggap sangat sulit ditangani oleh dunia medis karena memiliki permukaan licin dan kompleks. Para peneliti bahkan lama menyebutnya sebagai target yang “tidak dapat diobati”.
Namun, obat baru ini disebut mampu menghambat fungsi KRAS melalui mekanisme yang dikenal sebagai “lem molekuler”, yakni membentuk ikatan dengan protein lain untuk menghentikan aktivitas pemicu kanker.
Meski hasilnya dinilai menjanjikan, penggunaan daraxonrasib juga memunculkan sejumlah efek samping pada peserta uji coba. Hampir 96 persen pasien mengalami gejala seperti ruam lepuh, sariawan, mual, hingga diare.
Sekitar 30 persen pasien bahkan mengalami reaksi yang tergolong berat. Meski demikian, tim peneliti menilai manfaat pengobatan masih jauh lebih besar dibanding risikonya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA disebut telah mempercepat proses persetujuan obat tersebut. Lembaga itu juga memberikan akses penggunaan lebih luas bagi pasien di luar program uji klinis.
Sementara itu, perusahaan pengembangnya, Revolution Medicines, kini tengah mempercepat distribusi daraxonrasib agar dapat segera digunakan dalam pengobatan pasien kanker pankreas secara lebih luas.
Penemuan ini menjadi secercah harapan baru bagi pasien kanker pankreas yang selama ini dikenal sebagai salah satu jenis kanker paling mematikan dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang rendah.





