
KOTA BEKASI, wartametropolitan.com – Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya di Kota Bekasi. Gelaran tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial melalui penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PNBK Jilid III yang melibatkan Pemerintah Kota Bekasi, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat. Apresiasi itu disampaikan Dedi kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui sambungan telepon.
Dedi Mulyadi atau KDM sebelumnya tidak dapat menghadiri langsung kegiatan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Ahmad Yani. Meski demikian, ia tetap mengikuti kemeriahan acara melalui berbagai unggahan yang beredar di media sosial.
Menurut Dedi, PNBK berhasil menghadirkan gambaran keberagaman budaya Nusantara dalam satu ruang. Pawai yang diikuti berbagai unsur masyarakat menampilkan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Sangat keren perayaan PNBK kemarin, sayang saya tidak hadir langsung melihat. Banyak warga yang senang melihat budaya di satu kota,” ujar Dedi Mulyadi, sebagaimana disampaikan kembali oleh Wali Kota Bekasi.
Rangkaian PNBK Jilid III juga dinilai mampu memperlihatkan karakter Kota Bekasi sebagai wilayah dengan masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang. Nuansa multietnik terlihat dalam pawai budaya yang menjadi salah satu bagian utama perhelatan tersebut.
Tak hanya parade budaya, sejumlah kegiatan lain turut mendapat perhatian, seperti kirab bendera dan aksi sosial untuk membantu warga yang terdampak bencana di NTT. Kegiatan tersebut membuat PNBK memiliki dimensi sosial selain menjadi ajang perayaan kebudayaan.
Dedi turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PNBK Jilid III. Ia secara khusus mengapresiasi jajaran Pemkot Bekasi dan para pegawai yang ikut memastikan kegiatan berlangsung sukses.
Bagi Tri Adhianto, penghargaan dari Gubernur Jawa Barat menjadi dorongan bagi Pemkot Bekasi untuk terus merawat kebudayaan nasional. Ia menilai kolaborasi yang terbangun dalam PNBK merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Seluruh kerja sama yang dilakukan saat pelaksanaan PNBK ini menjadi sebuah kehormatan bagi kita dalam mempertahankan budaya Indonesia. Termasuk doa bersama yang dilakukan dengan melibatkan semua agama untuk mendoakan kota dan kabupaten yang tertimpa bencana di negeri tercinta ini,” kata Tri.
Menurut Tri, semangat PNBK tidak berhenti pada kegiatan budaya dan hiburan. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat menunjukkan empati terhadap warga yang sedang menghadapi bencana.
Salah satu wujud kepedulian itu terlihat dari penggalangan dana untuk korban bencana di NTT. Dalam satu hari pelaksanaan PNBK, dana yang terkumpul disebut telah mendekati Rp500 juta.
“Pada perayaan PNBK kemarin, tidak hanya rasa lelah dan gembira, tetapi kita menyelaraskan rasa empati kita dalam penggalangan dana untuk NTT yang telah terkumpul hampir Rp500 juta pada hari itu juga. Penggalangan akan ditutup sampai 18 September 2026 melalui rekening Patriot Berbagi,” ungkap Tri.
Penggalangan dana tersebut masih dibuka hingga 18 September 2026 melalui rekening Patriot Berbagi. Hal ini sekaligus memperpanjang kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut membantu warga NTT yang terdampak bencana.
Tri berharap semangat kebersamaan yang muncul selama PNBK dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bekasi. Baginya, keberagaman budaya dan kepedulian sosial merupakan modal penting untuk memperkuat karakter kota.
Melalui PNBK Jilid III, masyarakat diajak tidak hanya menikmati dan mengenal kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan persatuan, gotong royong, serta solidaritas terhadap sesama yang tengah menghadapi musibah.





