
JAKARTA, wartametropolitan.com – Nama Jason Voorhees, Freddy Krueger, Michael Myers hingga Leatherface selama ini identik dengan deretan pembunuh paling ikonis dalam film horor. Namun, ketika jumlah korban dihitung berdasarkan keseluruhan cerita dan mitologi waralaba, sosok dengan korban terbanyak ternyata bukan Jason maupun para pembunuh slasher lainnya.
Perbedaan hasil tersebut muncul karena cara menghitung korban sangat memengaruhi posisi masing-masing penjahat. Jika hanya mengacu pada pembunuhan yang terjadi dalam film, Jason Voorhees berada di jajaran teratas. Akan tetapi, perhitungan berubah drastis ketika cerita tambahan dari sebuah waralaba, seperti komik dan novel, ikut dimasukkan.
Dalam waralaba Friday the 13th, Jason Voorhees tercatat melakukan sekitar 157 pembunuhan secara langsung, termasuk dalam versi remake. Jumlah tersebut kemudian melonjak setelah memasukkan peristiwa besar dalam Jason X (2001).
Dalam film tersebut, Stasiun Luar Angkasa Solaris mengalami kehancuran setelah menabrak sebuah planet berpenghuni. Dialog dalam film menyebut sekitar 19.797 orang tewas akibat peristiwa tersebut.
Jika angka itu dimasukkan dalam penghitungan, total korban yang dikaitkan dengan Jason dalam film mendekati 20.000 jiwa. Jumlah tersebut membuat Jason sulit ditandingi oleh sebagian besar ikon slasher lainnya.
Angka itu bahkan belum memasukkan seluruh pembunuhan yang terjadi dalam mitologi Friday the 13th. Pamela Voorhees, sosok pembunuh dalam film pertama yang dirilis pada 1980, tercatat memiliki sekitar 10 korban.
Sementara itu, Roy Burns, pembunuh peniru yang berperan sebagai “Jason Palsu” dalam Friday the 13th: A New Beginning, menambah 19 korban. Dengan demikian, waralaba tersebut memiliki jejak kematian yang cukup panjang di luar aksi Jason sendiri.
Namun, posisi Jason berubah ketika Pinhead dari waralaba Hellraiser ikut diperhitungkan.
Pinhead Punya Skala Korban yang Berbeda
Jika hanya menghitung film, jumlah korban Pinhead berada di kisaran 411 jiwa. Salah satu penyumbang terbesar angka tersebut adalah Hellraiser III: Hell on Earth (1992).
Dalam film itu, Pinhead melakukan pembantaian di sebuah kelab malam yang menewaskan 266 orang. Peristiwa tersebut membuat jumlah korban Pinhead meningkat tajam hanya melalui satu kejadian.
Akan tetapi, kekuatan Pinhead tidak berhenti pada skala pembunuhan individu. Mitologi Hellraiser berkembang dari kisah mengenai manusia yang membuka kotak teka-teki menjadi cerita horor dengan cakupan supranatural dan kosmik.
Pinhead digambarkan sebagai makhluk lintas dimensi yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi realitas. Perluasan cerita melalui novel, komik, dan materi tambahan kemudian membuat skala ancamannya jauh melampaui pembunuh slasher pada umumnya.
Dalam sejumlah komik Hellraiser, Pinhead bahkan digambarkan mampu menghancurkan realitas hingga alam semesta. Jika kisah-kisah tersebut turut dihitung, jumlah korban yang dapat dikaitkan dengannya meningkat dari ratusan menjadi jutaan, bahkan berpotensi mencapai miliaran, bergantung pada cara interpretasi cerita.
Jason dan Pinhead Berada di Kategori Berbeda
Perbandingan Jason Voorhees dan Pinhead akhirnya sangat bergantung pada batasan yang digunakan. Jason merupakan salah satu pembunuh dengan jumlah korban terbanyak jika penghitungan dibatasi pada film.
Sebaliknya, Pinhead memiliki keunggulan ketika keseluruhan mitologi Hellraiser diperhitungkan. Skala kekuatannya bahkan dapat meluas hingga realitas dan alam semesta.
Hal itu membuat penentuan penjahat horor paling mematikan tidak sesederhana menghitung jumlah orang yang dibunuh dalam setiap film. Keberadaan sekuel, reboot, komik, novel, dan cerita tambahan dapat mengubah hasil secara signifikan.
Dengan ukuran tersebut, Jason Voorhees memang memiliki catatan korban yang fantastis dalam film, tetapi Pinhead memiliki cakupan ancaman yang jauh lebih besar dalam mitologi Hellraiser.





