
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk merevitalisasi permukiman padat penduduk di kawasan Tanah Abang. Penataan yang mencakup lahan seluas 2,3 kilometer persegi tersebut ditargetkan rampung pada 2028 tanpa menggusur warga.
Rencana ini dikembangkan melalui kemitraan strategis antara Jakarta dan Republik Korea atau Korea Selatan. Teknologi AI nantinya dimanfaatkan untuk merancang penataan kawasan, menyusun pemetaan revitalisasi, hingga mendukung pengawasan melalui kamera CCTV.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana tersebut setelah menghadiri acara Roundtable Discussion Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia.
“Maka ada 2,3 kilo di Kampung Bali, Kebon Melati, dan daerah Tanah Abang, Kebon Kacang. 2,3 kilo kita akan menerapkan pendekatan AI untuk melakukan renovasi, revitalisasi tanpa melakukan penggusuran di tempat itu,” ujar Pramono.
Pramono berharap, implementasi teknologi AI ini bisa menjadi contoh dalam menata permukiman perkotaan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyebut, rencana penggunaan teknologi AI saat ini masih dalam tahap pendalaman.
“Sekarang sedang dirapatkan, disempurnakan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh implementasi dari Artificial Intelligence untuk menyelesaikan persoalan kumuh yang ada di Jakarta,” kata dia.
Pramono menjelaskan, teknologi AI ini akan digunakan untuk mendesain penataan kawasan kumuh, pemetaan penanganan revitalisasi tanpa penggusuran masyarakat, hingga dalam sistem pengawasan CCTV.
Penataan di kawasan Tanah Abang tersebut diperlukan, mengingat lokasinya yang tak jauh dari pusat kota. Pramono memastikan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan melakukan penggusuran dalam menata kawasan yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang ini.
“Betul-betul dalam melakukan pendekatan revitalisasi atau penyempurnaan tempat itu kami menggunakan AI, tidak melakukan penggusuran, dan harapannya di 2028 mudah-mudahan tempat tersebut sudah menjadi jauh lebih cantik,” ujar dia.
Selama ini, Pemprov DKI Jakarta juga telah menjalin hubungan sister city yang baik dengan berbagai kota di Republik Korea, seperti Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do, dan Nonsan City.
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu menyampaikan kesiapan Korea Selatan untuk memperkuat ekosistem AI di Indonesia. Pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama di sektor ini dengan Jakarta.
“Kami adalah mitra yang sangat andal bagi Indonesia di setiap sektor. AI tidak terkecuali. Anda tahu kita memiliki landasan yang cukup kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem AI. Jadi kami siap bekerja sama dengan Indonesia,” tuturnya.
Sementara, Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045, Andi Widjajanto menyampaikan, pihaknya tengah mendalami kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Republik Korea di sektor Artificial Intelligence.
“Harapannya kerja sama AI ke depan betul-betul fokus tentang warga, tentang populasi terutama tentang generasi muda ke depan,” ucap dia.





