
JAKARTA, wartametropolitan.com – Nasib Hidari menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan dalam kelanjutan manga Boruto: Two Blue Vortex. Setelah pertarungan dan konflik yang terus mengguncang Konoha, karakter yang memiliki hubungan chakra dengan Sasuke Uchiha itu diprediksi berpotensi menjadi korban berikutnya.
Kemungkinan tersebut menguat setelah peristiwa dalam bab 37, ketika Sarada Uchiha dibawa Code ke sarang Jura. Di lokasi itu, Hidari dan Code terlibat konflik yang membuka peluang bagi Sarada untuk memanfaatkan situasi demi menyelamatkan diri.
Namun, jika Hidari benar-benar tewas, dampaknya diperkirakan tidak hanya menyangkut pertarungan para karakter. Kematian tersebut juga berpotensi mengubah Jura, sosok kuat dari kelompok Divine Tree, yang mulai menunjukkan ikatan emosional dengan Hidari.
Sarada Uchiha Berpeluang Mengubah Jalannya Pertarungan
Dalam bab 37 Boruto: Two Blue Vortex, Code membawa Sarada ke sarang Jura. Kehadiran Sarada memicu perebutan kepentingan antara Code dan Hidari.
Code ingin menjadikan Sarada sebagai umpan untuk memancing Boruto keluar. Sementara itu, Hidari memiliki tujuan sendiri dan ingin melahap Sarada demi mendorong evolusinya.
Perselisihan tersebut membuat keduanya bersiap menghadapi pertarungan mematikan. Sarada berusaha memanfaatkan bentrokan itu dengan membiarkan kedua lawannya saling melemahkan sebelum mengambil kesempatan untuk menyerang.
Kemampuan Mangekyo Sharingan milik Sarada juga menjadi faktor penting. Kekuatan khusus tersebut dinilai berpotensi mengalahkan salah satu lawannya, bahkan ketika musuh berada dalam kondisi kuat.
Di antara Code dan Hidari, Hidari dipandang lebih berpeluang menjadi korban. Code masih memiliki ruang untuk dikembangkan dalam cerita, termasuk kemungkinan menjalin kerja sama dengan pihak Konoha untuk menghadapi ancaman Divine Tree.
Sebaliknya, Hidari belum menunjukkan tanda-tanda akan berpaling dari kelompoknya. Kondisi ini membuat nasibnya semakin menarik untuk diperhatikan menjelang bab 38.
Kematian Hidari Bisa Membuka Jalan untuk Sasuke
Hidari bukan hanya lawan yang harus dihadapi para ninja Konoha. Keberadaannya juga berkaitan langsung dengan nasib Sasuke Uchiha.
Sasuke terperangkap di dalam pohon dan pembebasannya berkaitan dengan Thorn Soul Bulb milik Hidari. Karena itu, jika Hidari berhasil dikalahkan, peristiwa tersebut berpotensi menjadi langkah penting dalam upaya menyelamatkan Sasuke.
Sejak kemunculannya dalam Boruto: Two Blue Vortex, Hidari dikenal sebagai salah satu ancaman awal bagi kelompok Konoha. Ia terbentuk dari chakra Sasuke, tetapi karakterisasinya dinilai belum berkembang sekuat sejumlah anggota Divine Tree lainnya.
Matsuri, misalnya, memperlihatkan obsesi terhadap Konohamaru, sedangkan Mamushi memiliki ketertarikan berbahaya terhadap Eida. Dibandingkan keduanya, Hidari belum memperlihatkan dinamika kepribadian yang sama menonjolnya.
Meski demikian, peran Hidari dalam perkembangan karakter Jura dapat membuat kematiannya memiliki dampak lebih besar daripada sekadar menghilangkan satu musuh.
Kehilangan Hidari Bisa Mengubah Jura
Salah satu perkembangan menarik dalam cerita ini adalah hubungan antara Jura dan Hidari. Di balik kekuatan besar yang dimilikinya, Jura mulai memperlihatkan keinginan untuk memahami pengalaman manusia, termasuk persahabatan dan kasih sayang.
Hidari menjadi sosok yang membuat Jura mulai mengenal ikatan tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang berkembang melalui ketertarikan Hidari terhadap kucing, kebiasaan yang berkaitan dengan kepribadian Sasuke.
Dalam bab 37, Jura bahkan terlihat membeli buku-buku tentang kucing untuk menyenangkan Hidari. Tindakan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan mereka mulai melampaui sekadar kerja sama sebagai sesama anggota Divine Tree.
Bagi Jura, Hidari merupakan satu-satunya sekutu yang tersisa dan sosok yang mulai dianggap sebagai teman. Karena itu, kematian Hidari berpotensi menjadi pengalaman kehilangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Kehilangan tersebut dapat memicu perubahan besar dalam kepribadian Jura. Ia mungkin mulai memahami rasa duka, tetapi pengalaman itu juga berpotensi membangkitkan amarah yang sulit dikendalikan.
Akankah Jura Mengalami Amarah seperti Naruto?
Kemungkinan perubahan Jura mengingatkan pada sejumlah peristiwa penting dalam waralaba Naruto. Salah satunya terjadi ketika Naruto Uzumaki mengira Hinata Hyuga tewas di hadapannya saat menghadapi Pain.
Peristiwa itu membuat Naruto kehilangan kendali dan hampir menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kurama, makhluk berekor yang tersegel di dalam tubuhnya.
Pengalaman serupa juga terlihat pada Obito Uchiha yang membangkitkan Mangekyo Sharingan setelah menyaksikan kematian Rin. Dalam kedua peristiwa tersebut, kehilangan orang yang dicintai menjadi pemicu perubahan besar pada karakter.
Jika Hidari benar-benar tewas, Jura berpotensi mengalami titik balik serupa. Kehilangan satu-satunya sosok yang dianggap sebagai teman dapat mengubah cara pandangnya terhadap dunia dan hubungannya dengan Konoha.
Dengan kekuatan Ten-Tails yang dimilikinya, perubahan emosional tersebut berpotensi membuat Jura menjadi ancaman yang jauh lebih berbahaya. Kemampuannya mencakup terbang, melancarkan Tailed Beast Ball, serta mendeteksi chakra.
Situasi itu juga dapat menguji tekad Jura untuk tidak menyerang Konoha. Jika Hidari dibunuh oleh pihak yang berasal dari desa tersebut, Jura mungkin merasa tidak lagi memiliki alasan untuk menahan diri.
Meski demikian, nasib Hidari dan arah perkembangan Jura masih sebatas prediksi berdasarkan perkembangan cerita hingga bab 37. Para penggemar perlu menunggu pratinjau dan kelanjutan bab 38 Boruto: Two Blue Vortex untuk mengetahui apakah dugaan tersebut benar-benar terwujud.





