JAKARTA, wartametropolitan.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya tetap tegas menegakkan aturan meski menghadapi perlawanan saat bertugas. Sikap tersebut disampaikan menyusul bentrokan antara petugas gabungan dan sejumlah pekerja proyek ketika penertiban parkir liar di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, berujung kekerasan.

Pramono menegaskan, tindakan terhadap pelaku kekerasan harus diproses sesuai hukum. Ia tidak ingin insiden tersebut membuat petugas pemerintah daerah ragu menjalankan tugas menjaga ketertiban umum.

Peristiwa itu bermula ketika petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Satuan Pelaksana Dinas Perhubungan (Satpel Dishub), Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Kebayoran Baru, serta unsur Koramil dan Polsek melakukan penertiban rutin di depan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.

Operasi tersebut menyasar pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan. Penertiban dilakukan menyusul keluhan masyarakat mengenai aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban di kawasan tersebut.

“Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar, dan juga pedagang kaki lima yang sementara tetapi menggunakan lahan-lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” kata Pramono.

Penertiban Parkir Liar Berujung Bentrokan

Penertiban terhadap puluhan kendaraan yang parkir liar pada awalnya berlangsung lancar. Namun, situasi berubah tegang setelah muncul provokasi yang memicu bentrokan antara petugas Dinas Perhubungan dan pekerja proyek di sekitar lokasi.

Ketegangan disebut bermula ketika kendaraan milik pekerja proyek ikut ditertibkan. Meski situasi sempat mereda, insiden kembali terjadi saat petugas hendak meninggalkan tempat kejadian.

Sejumlah orang dilaporkan menyiramkan air got dan melempar batu ke arah petugas. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota Satpol PP mengalami luka robek pada bagian dahi setelah terkena hantaman helm proyek.

Menanggapi peristiwa itu, Pramono meminta seluruh jajarannya tidak mundur dalam menegakkan peraturan. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan.

“Terhadap tindakan ini, tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” kata Pramono.

Manajemen Proyek Minta Maaf

Setelah kejadian tersebut, perwakilan manajemen proyek mendatangi Camat Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf. Pihak manajemen juga menyatakan kesediaannya bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan serta biaya pengobatan anggota Satpol PP yang terluka.

Pramono turut meluruskan bahwa penertiban yang berujung bentrokan tersebut tidak menyasar pedagang yang biasa berjualan di kawasan itu. Menurutnya, operasi yang dilakukan petugas berkaitan dengan penertiban kendaraan oleh Dinas Perhubungan.

“Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub, sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” ujar dia.

Meski pihak manajemen proyek telah menyampaikan permohonan maaf, Pramono meminta proses hukum terhadap pelaku kekerasan tetap berjalan. Ia menekankan bahwa pemukulan, pengejaran, dan intimidasi terhadap petugas merupakan persoalan yang harus ditangani melalui jalur hukum.

“Tetapi sampai sekarang karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan,” ucap Pramono.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *