
JAKARTA, wartametropolitan.com – Jenna Ortega memilih tidak menonton film yang dibintanginya sendiri maupun membaca ulasan dari para kritikus. Keputusan itu diambil untuk menjaga pandangannya terhadap hasil kerja pribadi agar tidak mudah dipengaruhi penilaian orang lain.
Bintang serial Wednesday itu mengungkap kebiasaannya dalam perbincangan dengan Vogue. Menurut Jenna, melihat kembali penampilannya di layar atau membaca berbagai ulasan justru dapat memengaruhi kondisi pikirannya.
Dia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai “semacam psikosis”. Karena itu, Jenna memilih membatasi diri dari berbagai penilaian publik yang berpotensi mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan sendiri.
Tak hanya menghindari ulasan, Jenna juga tidak ingin terlalu terpaku pada angka pendapatan film di box office. Ia bahkan memilih untuk tidak memeriksa laporan pendapatan yang dikirimkan oleh timnya karena tidak ingin mengukur kualitas sebuah karya hanya berdasarkan hasil komersial.
Meski berusaha menjaga jarak, Jenna mengakui terkadang tetap mengetahui pendapat orang lain melalui teman-teman maupun Instagram. Namun, ia kini semakin mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial.
Jenna juga menilai masyarakat saat ini terlalu banyak mencurahkan perhatian untuk mengamati kehidupan mereka sendiri di ruang digital. Kehadiran konten palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi bagian dari persoalan tersebut.
Di tengah sikapnya yang cenderung menghindari penilaian publik, Jenna tengah menjalani promosi film terbarunya, Klara and the Sun, bersama Amy Adams. Dalam film tersebut, ia memerankan Klara, robot yang dibeli sebuah keluarga untuk menemani putri mereka.
Film ini mendapat respons kurang memuaskan dari sejumlah kritikus. Berdasarkan materi sumber, Klara and the Sun meraih skor 20 persen di situs Rotten Tomatoes, sementara sejumlah surat kabar besar memberikan penilaian satu bintang.
Meski menghadapi tanggapan negatif, Jenna tetap melanjutkan rangkaian promosi film tersebut. Sikapnya sejalan dengan pilihannya untuk tidak menjadikan ulasan maupun pencapaian komersial sebagai satu-satunya tolok ukur dalam memandang karya yang ia bintangi.





