
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program pelatihan dan sertifikasi profesi. Langkah ini dilakukan untuk mencetak tenaga kerja profesional yang kompeten, meningkatkan standar layanan, serta memperkuat daya saing industri pariwisata Jakarta di tingkat global.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan sertifikasi profesi SPA perawatan badan tradisional yang diikuti 40 peserta. Program ini membekali tenaga kerja dengan keterampilan sesuai standar kompetensi nasional agar mampu memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang. Program yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 itu diselenggarakan Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kebugaran dan kecantikan, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Ibu Kota.
Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta telah melewati seleksi administrasi dan pre-test. Pendaftaran dilakukan secara daring pada 22 September hingga 7 Oktober 2026.
Tahapan berikutnya adalah uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2026 di TMG Hotel Tebet, Marclan Collection, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan pengembangan tenaga profesional menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri SPA dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat daya tarik destinasi wisata.
Menurut Andhika, layanan SPA tradisional memiliki keunggulan melalui penggunaan teknik pijat khas Indonesia dan bahan herbal Nusantara yang dapat menjadi nilai tambah bagi industri pariwisata.
“Layanan spa tradisional kita memiliki keunggulan komparatif yang unik melalui pemanfaatan teknik pijat tradisional dan ramuan herbal Nusantara,” kata Andhika.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi terapis diperlukan agar keunggulan tradisional tersebut dapat berjalan beriringan dengan penerapan standar layanan profesional. Langkah ini juga sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang memiliki layanan jasa berstandar internasional.
“Melalui pelatihan ini, kami memastikan para terapis tidak hanya menguasai warisan tradisi, tetapi juga ketat dalam menerapkan standar higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja, agar layanan di Jakarta setara dengan standar kota-kota global dunia,” ujar dia.
Kurikulum Mengacu Standar Kompetensi Nasional
Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani, menjelaskan program tersebut mencakup pembelajaran teori dan praktik untuk membekali peserta dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri.
Materi pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku. Untuk mendukung pelaksanaannya, pihak penyelenggara bekerja sama dengan Essentia Spa Wellness Academy (ESWA), sedangkan proses sertifikasi melibatkan LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia.
“Untuk memastikan mutu keluaran pelatihan, kami bekerja sama dengan Essentia Spa Wellness Academy atau ESWA dalam pelaksanaannya, serta LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia untuk tahapan sertifikasinya,” tuturnya.
Endrati menyebut pembekalan keterampilan teknis tersebut ditujukan untuk menghasilkan tenaga profesional yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan industri SPA. Program ini juga diharapkan membuka peluang kerja dan mendukung pengembangan karier para terapis.
“Dengan hadirnya SDM terapis SPA yang bersertifikat dan profesional, Disparekraf DKI Jakarta berharap kualitas layanan kebugaran dan kecantikan di Jakarta dapat terus meningkat, memberikan nilai tambah tinggi bagi pelayanan publik, serta mendukung daya saing destinasi pariwisata Jakarta di kancah global,” ucap dia.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya mempertemukan keunggulan perawatan tradisional dengan standar profesional. Peningkatan kualitas tenaga kerja diharapkan dapat memperkuat industri SPA sekaligus mendukung daya saing pariwisata Jakarta di tingkat internasional.





