
JAKARTA, wartametropolitan.com – Rapper Macklemore menyumbangkan seluruh pendapatan bersih yang diperolehnya dari tur “Loop” Ed Sheeran untuk membantu warga sipil Palestina.
Nilai sumbangan tersebut mencapai USD1 juta dolar atau sekira Rp16 miliar. Dana itu akan disalurkan kepada enam organisasi yang bergerak dalam bidang bantuan kemanusiaan dan dukungan bagi masyarakat Palestina.
Keputusan Macklemore tersebut disampaikan beberapa hari setelah dirinya dicoret dari sejumlah jadwal tersisa dalam tur Ed Sheeran. Sebelumnya, dia menyampaikan komentar pro-Palestina ketika tampil di MetLife Stadium pada 4 September.
Melalui unggahan di Instagram pada Rabu (16/9/2026), Macklemore mengatakan dirinya ingin mengembalikan perhatian publik kepada kondisi warga Palestina.
“Mengingat segala hal yang terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan fokus pembicaraan ke hal yang paling utama: rakyat Palestina yang masih terus terbunuh, masih hidup di bawah pendudukan militer, dan masih berjuang demi kebebasan mereka. Saya akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih saya sebesar $1 juta dari tur ‘Loop’ Ed Sheeran kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina.”
Enam organisasi yang akan menerima dana tersebut yakni Palestine Children’s Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA National Committee, dan Anera.
Palestine Children’s Relief Fund menyampaikan apresiasi atas kontribusi Macklemore. Organisasi tersebut mengatakan bantuan itu akan mendukung keberlanjutan layanan medis dan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak serta keluarga Palestina.
Tak hanya menyumbangkan pendapatannya, Macklemore juga menyerukan agar Robert Kraft, pemilik New England Patriots yang perusahaannya, Kraft Group, memiliki Gillette Stadium, memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama.
“Dan saya mengajak Robert Kraft untuk menyamai jumlah sumbangan saya. Apa pun perbedaan pendapat di antara kita, mungkin kita bisa sepakat mengenai hal ini: nyawa warga Palestina layak dilindungi. Nyawa seorang warga Palestina tidak kalah berharganya dibandingkan nyawa siapa pun di muka bumi ini.”
Sebelumnya, Ed Sheeran mengatakan Kraft memberitahunya bahwa Macklemore tidak diperbolehkan tampil dalam jadwal tur “Loop” di Gillette Stadium karena komentar yang disampaikannya.
Namun, Sheeran menegaskan keputusan mengeluarkan Macklemore dari jadwal tur merupakan keputusan promotor. Dia juga menyatakan tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Kontroversi tersebut kemudian meluas ke penampil lain dalam tur “Loop”. Sejumlah musisi pembuka, di antaranya Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe, memilih mundur dari jadwal pertunjukan yang tersisa.
Band pengiring Sheeran, Beoga, juga memutuskan tidak melanjutkan keterlibatannya dalam pertunjukan tersisa sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.
Macklemore sendiri menegaskan bahwa dukungannya terhadap Palestina tidak berhenti pada kontroversi yang muncul dalam tur tersebut. Dia meminta perhatian terhadap persoalan Palestina tetap dipertahankan meski pemberitaan mengenai isu tersebut nantinya bergeser.
“Selama berpuluh-puluh tahun, rakyat Palestina hidup tanpa hak-hak dasar dan mereka tidak seharusnya menunggu satu hari lagi untuk meraih kebebasan. Di situlah fokus saya akan tetap tertuju. Saya akan terus mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka demi pembebasan. Saat siklus pemberitaan beralih—seperti yang pasti akan terjadi—janganlah ikut beralih bersamanya. Bebaskan Palestina.”





