
JAKARTA, wartametropolitan.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya peran komunitas daerah dalam mendukung pembangunan ibu kota. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) bertema ‘Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa’.
Acara yang dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Wiranto selaku Dewan Pengawas PJT, serta mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso ini dinilai sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan kontribusi komunitas daerah terhadap perkembangan Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa masyarakat Jawa Tengah memiliki peran signifikan dalam kehidupan sosial di Jakarta. Nilai-nilai seperti kerendahan hati, saling menghormati, dan menghargai dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kota.
Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Paguyuban Jawa Tengah, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keaktifan komunitas tersebut memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga masyarakat luas.
“Kontribusi Paguyuban Jawa Tengah bagi Jakarta itu luar biasa. Saya bersyukur berbagai kegiatan yang diadakan baik oleh Paguyuban Jawa Tengah, maupun yang dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Jakarta selama ini berjalan dengan baik. Secara khusus sekali lagi, saya ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas kontribusi dukungan Bapak Ibu,” ujarnya.
Pramono juga menyoroti pentingnya nilai kebersamaan yang diusung paguyuban. Ia bahkan menambahkan makna baru agar lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan kota saat ini.
“Guyub rukun, gayeng saklawase, kalau boleh ditambahkan, migunani. Migunani itu bermanfaat. Maka saya berharap keberadaan paguyuban terus memberikan manfaat nyata bagi Jakarta,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai komunitas seperti PJT memiliki posisi strategis dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kota yang inklusif dan harmonis.
Selain itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis para gubernur sebelumnya. Ia menilai kesinambungan kebijakan menjadi kunci dalam menjaga arah pembangunan Jakarta.
“Mudah-mudahan acara paguyuban yang seperti ini halal bihalal memberikan dampak positif bagi kita semua, terutama untuk bersilaturahmi,” ucap dia.
Melalui momentum ini, diharapkan kolaborasi lintas komunitas semakin kuat dalam mendukung pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.




