JAKARTA, wartametropolitan.com – Jakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Setelah sukses menjadi lokasi produksi film original Netflix Tygo Extraction, ibu kota kini berpeluang menjadi rumah bagi lebih banyak proyek film dan serial internasional yang akan digarap platform streaming tersebut.

Peluang itu mengemuka setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan serangkaian pertemuan dengan jajaran pimpinan Netflix dalam ajang Asia Pacific Video Operators Summit 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perusahaan hiburan global itu.

Dalam kesempatan tersebut, Rano mengundang Netflix untuk berpartisipasi dalam Jakarta Film Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

“Kami mengundang Netflix mendukung dan hadir dalam Jakarta Film Summit 2026 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026,” kata Rano.

Pihak Netflix menilai pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki kekuatan besar dari sisi konten maupun jumlah penonton. Director Public Policy Netflix Asia Pacific, Ruben Hattari, menyebut karya lokal Indonesia telah memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan platform tersebut.

“Ke depan tentu kami berharap bisa banyak bekerja sama dengan Jakarta tidak hanya untuk produksi tapi juga pengembangan talent di bidang film” ujar Ruben.

Komunikasi kemudian berlanjut dalam pertemuan tertutup antara Rano dan Vice President Netflix Asia Pacific, Andrew Ure, serta Senior Director Production Netflix, Sung Q Lee. Salah satu topik utama yang dibahas adalah peluang penambahan produksi konten Netflix di Jakarta setelah keberhasilan syuting Tygo Extraction pada kuartal pertama 2026.

Andrew Ure mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama proses produksi berlangsung dan menilai Jakarta memiliki potensi besar menjadi destinasi syuting unggulan di kawasan.

“Kami sangat senang bertemu dengan Anda, Bapak Wakil Gubernur Rano, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan Anda dalam produksi Tygo Extraction. Kami sangat kagum dengan ambisi Anda terhadap Jakarta sebagai Kota Film, kami percaya bahwa Jakarta dapat menjadi lokasi syuting terbaik di Asia Tenggara.” kata Vice President Netflix in Public Policy and Global Affairs Asia Pacific Andrew Ure.

Pujian serupa juga disampaikan Sung Q Lee yang mengaku terkesan dengan dukungan pemerintah selama proses syuting berlangsung di kawasan Kota Tua.

“Pemerintah Jakarta membantu kami agar proses syuting berjalan lancar selama kurang lebih 50 hari di Kota Tua Jakarta, itu luar biasa, terima kasih,” kata Sung Q Lee.

Menurut Rano, kerja sama dengan Netflix tidak hanya berkaitan dengan produksi film, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Jakarta, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif.

“Saya sangat berterima kasih pada Netflix, dan ini bukan hanya ambisi namun visi besar saya agar film dan sektor ekonomi kreatif lainnya dapat membawa dampak ekonomi yang nyata bagi kota Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga proyek film maupun serial Netflix yang direncanakan diproduksi di Jakarta. Selain itu, kedua pihak juga tengah menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri perfilman yang terus berkembang.

“Disparekraf mendukung penuh program Jakarta Kota Sinema dan kami totalitas menjalankannya karena kami yakin sub sektor ekonomi kreatif dapat mendongkrak perekonomian Jakarta bahkan juga berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan domestik dan internasional untuk berkunjung ke Jakarta,” ucap dia.

Kolaborasi yang semakin erat antara Jakarta dan Netflix dinilai dapat mempercepat langkah ibu kota menuju kota film berkelas internasional sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *