
JAKARTA, wartametropolitan.com – Jennifer Lawrence menjadi perhatian setelah insiden salah mengucapkan kata “fasisme” saat menghadiri acara penghargaan LVMH Prize for Young Fashion Designers. Tak hanya menanggapi kesalahan ucap tersebut, pemenang Oscar itu juga menyampaikan peringatan kepada para pengikutnya di Instagram.
Lawrence yang baru bergabung dengan Instagram pada Rabu, 9 September 2026 ini menggunakan nama pengguna “JLaw” karena nama “JenniferLawrence” telah lebih dahulu digunakan oleh orang lain. Sayangnya, kehadiran Lawrence di media sosial itu langsung diwarnai respons terhadap video kesalahan ucap yang sebelumnya diunggah tokoh internet Evan Ross Katz.
Dalam video tersebut, Lawrence terlihat keliru menyebut “fascism” ketika seharusnya mengucapkan “fashion”.
Kesalahan itu terjadi ketika Lawrence menyampaikan pidato dalam acara LVMH Prize. Saat memberikan pujian kepada para nomine, ia sempat mengucapkan:
“Semangat kalian menunjukkan bahwa fasis… fasisme? Maaf,” ujarnya.
Ucapan tersebut sontak mengundang tawa para tamu yang hadir. Lawrence kemudian segera memperbaiki kesalahannya dan melanjutkan pidato mengenai arti penting fesyen sebagai bentuk ekspresi diri.
“Fesyen bukan sekadar soal pakaian. Ini adalah cara kita mengungkapkan jati diri tanpa mengucapkan sepatah kata pun,” kata Lawrence.
Beberapa hari setelah video tersebut beredar, Lawrence menemukan unggahan itu melalui Instagram yang baru dibuatnya. Ia kemudian memberikan respons singkat di kolom komentar.
“Ups,” ujar dia.
Meski terlihat santai menanggapi kesalahan ucap tersebut, Lawrence ternyata memiliki pesan lain untuk para pengikut barunya. Dalam video Instagram pertamanya, ia mengatakan ingin mencoba menggunakan platform tersebut, tetapi tidak ingin berlama-lama jika mendapatkan respons negatif.
“Jika ada yang mengatakan hal negatif, saya akan berhenti. Segera. Tanpa banyak tanya. Jika ada yang berpikiran jahat, saya akan tahu—saya pasti tahu. Dan saya akan berhenti,” kata Lawrence.
Lawrence kembali menegaskan sikapnya melalui unggahan Stories. Ia meminta pengikutnya memahami bahwa komentar yang kasar atau agresif dapat memberikan dampak buruk terhadap dirinya.
“Harap diingat bahwa komentar jahat atau agresif apa pun bisa berdampak buruk bagi bayinya. Itu aku. Akulah bayinya,” ucap Lawrence.
Dengan pernyataan tersebut, Lawrence tampaknya ingin menetapkan batasan sejak awal kemunculannya di Instagram. Ia terbuka untuk berinteraksi dengan penggemar, tetapi tidak ingin ruang media sosialnya dipenuhi komentar yang menurutnya bersifat menyerang atau agresif.





