JAKARTA, wartametropolitan.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berani mengambil keputusan strategis, sekaligus mampu mengelola risiko secara profesional. Pesan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis PPK di Jakarta.

Menurut Pramono, besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta menuntut setiap pejabat bekerja secara bertanggung jawab agar setiap kebijakan dan program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya minta betul, selain mereka berani memutuskan, tetapi juga berani mengelola risiko yang ada. Jangan sampai kemudian risikonya itu harus terkena pada yang bersangkutan kalau kemudian dilakukan karena ada keinginan-keinginan pribadi yang tidak baik,” kata Pramono.

Saat membuka Bimbingan Teknis bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pramono mencontohkan keberhasilan Pemprov DKI dalam menyelesaikan persoalan pembangunan yang sempat mangkrak bertahun-tahun.

Seperti pembongkaran tiang proyek monorel di kawasan Rasuna Said dan Rumah Sakit Sumber Waras. Menurut Pramono, langkah berani bersama Kajati dalam memutuskan untuk menyelesaikan proyek tersebut berdampak pada penguatan posisi Jakarta di kancah internasional.

“Kenapa saya memberikan dua contoh ini? Risikonya bukan enggak tinggi, risikonya tinggi sekali. Tetapi Saudara-saudara harus smart, cerdas untuk mengelola risiko itu selama tidak ada beban pribadi,” tuturnya.

Ia kemudian menyebut, peringkat Indeks Global City Jakarta saat ini telah mengalami perbaikan dari 74 menjadi 71. Tak hanya itu, peringkat Jakarta terkait fasilitas publiknya pun terus meningkat hingga berada di peringkat dua di ASEAN.

Perbaikan peringkat dan penguatan posisi Jakarta di dunia internasional ini merupakan dampak positif dari pembangunan serta peningkatan konektivitas transportasi.

“Itulah kami dorong dan konektivitas kita sekarang sudah lebih dari 93 persen. Mudah-mudahan dengan pengaturan-pengaturan seperti ini Jakarta akan menjadi lebih nyaman, aman, lebih menarik,” ujar Pramono.

Gubernur pun mendukung penuh penyelenggaraan bimbingan teknis bagi PPK untuk meningkatkan kapasitas SDM guna mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta, Dyan Airlangga melaporkan, kegiatan bimbingan teknis diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pejabat pembuat komitmen.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan PPK dalam melaksanakan pengadaan barang jasa pemerintah secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil pembangunan,” tuturnya.

Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh 200 orang pejabat pembuat komitmen di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang menangani paket pengadaan strategis, bernilai besar, dan berisiko tinggi serta memiliki dampak terhadap pembangunan Jakarta.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terwujudnya pejabat pembuat komitmen yang kompeten, berintegritas, berani mengambil keputusan, dan mampu mengelola risiko secara profesional,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *