JAKARTA, wartametropolitan.com – Kolaborasi dua musisi lintas generasi, Lady Gaga dan Doechii resmi memperkenalkan lagu Runway, sebuah tembang yang menjadi bagian penting dalam film The Devil Wears Prada 2.

Lagu tersebut hadir bersama video musik yang disutradarai Parris Goebel, menampilkan konsep peragaan busana dengan visual glamor dan energik. Video ini menggambarkan suasana dunia mode kelas atas, selaras dengan adegan film yang mengambil latar di Milan Fashion Week, khususnya momen di balik layar saat para model bersiap tampil.

Dalam video tersebut, kedua artis tampil mencolok dengan balutan busana penuh gaya, diiringi penari latar hingga mencapai klimaks ketika mereka berjalan bersama di atas panggung, sesuai dengan makna judul lagunya.

Sejak dirilis, “Runway” langsung mencatatkan performa kuat di platform digital. Lagu ini debut di posisi 32 tangga lagu global Spotify dengan hampir tiga juta streaming, serta menempati peringkat 25 di Amerika Serikat dengan lebih dari 727 ribu streaming pada hari pertama.
Dalam wawancara bersama British Vogue, Lady Gaga mengungkapkan kekagumannya terhadap Doechii sebagai rekan kolaborasi.

“Anda jarang melihat seseorang muncul dengan karya yang langsung terasa legendaris. Itulah Doechii bagi saya. Saya jatuh cinta dengan musiknya dan perspektifnya yang jujur dan sangat pribadi,” katanya.
“Kekuatan dalam kata-katanya, kerentanannya, cara dia berima dengan campuran keberanian dan ketepatan emosional yang liar, itu menyentuh inti saya.”

Kolaborasi ini bukan yang pertama kali mempertemukan keduanya. Sebelumnya, Doechii sempat memberikan penghargaan Innovator Award kepada Gaga dalam ajang iHeartRadio Music Awards 2025.

Lagu “Runway” diproduseri oleh sejumlah nama besar seperti Andrew Watt, Bruno Mars, Cirkut, dan Dernst Emile II, serta melibatkan Jayda Love dalam penulisan lagu.

Selain menyumbangkan lagu, Lady Gaga juga tampil sebagai cameo dalam film tersebut. Film The Devil Wears Prada 2 sendiri dijadwalkan tayang perdana pada 1 Mei, melanjutkan kisah karakter Miranda Priestly yang menghadapi tantangan industri media modern.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *