JAKARTA, wartametropolitan.com – Konser Ed Sheeran di Philadelphia, Amerika Serikat, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Namun, pertunjukan tersebut diiringi rencana demonstrasi kelompok pro-Palestina sebagai buntut kontroversi pencoretan Macklemore dari rangkaian “Loop Tour”.

Philly Palestine Coalition dan Shut Down D&Z telah mengumumkan rencana aksi di sekitar Lincoln Financial Field, lokasi konser Ed Sheeran. Kelompok tersebut menyatakan demonstrasi dilakukan untuk kembali mengarahkan perhatian publik kepada situasi di Gaza.

Dalam materi promosi aksi, kelompok pro-Palestina tersebut mengaitkan demonstrasi dengan keputusan mengeluarkan Macklemore sebagai penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran.

“Ed Sheeran tampil di Lincoln Financial Field pada hari Sabtu; ini adalah pertunjukan pertamanya setelah menyerah pada ancaman Zionis dan mencoret Macklemore sebagai penampil pembuka,” demikian isi materi promosi tersebut.

Mereka juga menyerukan, “Usir miliarder, Zionis, dan penghasut perang dari Philly.”

Kelompok tersebut mengatakan aksi di Philadelphia ditujukan untuk mendorong kembali perhatian masyarakat terhadap isu Palestina dan Gaza.

“‘Bebaskan Palestina’ adalah seruan untuk melakukan aksi nyata. Pada hari Sabtu, kami turun ke jalan untuk mengembalikan percakapan ke isu Palestina dan menggerakkan kembali Philadelphia untuk bertindak.”

Kontroversi yang melibatkan Macklemore bermula dari penampilannya dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 5 September 2026. Saat itu, Macklemore menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan membawakan lagu “Hind’s Hall”.

Lagu tersebut mengambil nama dari Hind Rajab, seorang anak Palestina berusia lima tahun yang tewas dalam serangan pasukan Israel di Kota Gaza pada Januari 2024. Dalam penampilannya, gambar kehancuran di Gaza juga ditampilkan pada layar di belakang panggung.

Penampilan Macklemore kemudian menuai kritik dari sejumlah kelompok, termasuk Anti-Defamation League. Israeli-American Council juga membuat petisi yang meminta Macklemore dikeluarkan dari tur.

Dalam petisi tersebut, kelompok itu mempersoalkan penggunaan panggung konser untuk menyampaikan pesan politik.

“Ini adalah konser Ed Sheeran, bukan rapat umum politik, bukan protes, dan bukan acara aktivisme… Pertanyaannya adalah di mana batasan harus ditetapkan ketika seorang penampil pembuka menggunakan panggung konser berskala global untuk memajukan agenda politik sepihak.”

Macklemore kemudian menyampaikan bahwa keputusan pencoretannya berkaitan dengan tekanan terhadap penyelenggara lokasi konser. Menurut dia, Ed Sheeran mengatakan pemilik New England Patriots, Robert Kraft, mengancam akan melarang tur tersebut berlangsung di Gillette Stadium apabila Macklemore tetap menjadi penampil pendukung.

Macklemore juga menyebut Kraft telah menggalang dukungan dari pemilik stadion lain untuk memberikan ultimatum serupa.

Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Dia menyatakan keprihatinannya terhadap konflik Israel dan Palestina sekaligus menjelaskan latar belakang kehadiran Macklemore dalam turnya.

“Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina. Penderitaan dan rasa sakit yang dialami kedua belah pihak merupakan tragedi kemanusiaan… Macklemore meminta untuk bergabung dalam tur saya tahun lalu dan saya menyetujuinya, karena saya menghormatinya sebagai seorang seniman. Seperti halnya semua penampil pendukung saya, saya membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan mereka sendiri. Setelah penampilan Macklemore di konser saya di New Jersey, pihak pengelola lokasi konser untuk jadwal tur mendatang menyatakan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika dia tetap menjadi penampil pendukung.”

Di tengah kontroversi tersebut, Kraft secara terpisah dikabarkan mengatakan kepada Macklemore bahwa Ed Sheeran telah memintanya menyumbangkan dana sebesar USD2 juta untuk bantuan bagi Palestina.

Setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur, sejumlah musisi lain juga dikabarkan memilih mundur sebagai bentuk solidaritas. Mereka antara lain Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga.

Konser Ed Sheeran di Philadelphia pada 19 September pun akan berlangsung tanpa Macklemore sebagai penampil pembuka. Untuk pertama kalinya dalam tur tersebut, Sheeran juga akan tampil tanpa penampil pembuka serta tanpa Beoga, band asal Irlandia yang sebelumnya sempat tampil bersamanya di tengah pertunjukan.

Sementara itu, Macklemore menyatakan komitmennya untuk menyalurkan seluruh pendapatan bersih turnya sebesar USD1 juta kepada enam organisasi yang mendukung warga Palestina. Dia juga secara terbuka mengajak Robert Kraft memberikan donasi dengan nilai yang sama.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *