
JAKARTA, wartametropolitan.com – Penyanyi asal Irlandia Niall Horan memperkenalkan lagu emosional berjudul “End of an Era” sebagai bentuk penghormatan untuk sahabat sekaligus rekan satu grupnya di One Direction, Liam Payne.
Lagu tersebut dirilis pada 22 Mei 2026, menjelang peluncuran album penuh terbaru Horan yang dijadwalkan meluncur pada 5 Juni mendatang.
Single itu langsung menyita perhatian penggemar karena liriknya yang sarat emosi dan diyakini berkaitan dengan kepergian Liam Payne pada Oktober 2024. Payne diketahui meninggal dunia setelah terjatuh dari hotel tempat ia menginap di Argentina.
Dalam lagu tersebut, Horan menyampaikan nuansa kehilangan dan perpisahan yang mendalam lewat bait pembuka yang menyentuh.
“Kita pernah memilikinya, keajaiban murni / Mengingat bagaimana rasanya / Waktu berlalu begitu cepat sehingga / Aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padamu. Rasanya seperti melepaskan / Hal-hal yang seharusnya tidak kita lepaskan / Satu tarikan napas dan semuanya berakhir / Akhir dari sebuah era.”
Musisi berusia 32 tahun itu sebelumnya mengumumkan perilisan single ketiganya pada 19 Mei. Saat itu, pelantun “This Town” tersebut mengatakan lagu “End of an Era” memang sengaja dirilis lebih awal karena memiliki makna yang sangat personal.
Ia menyebut lagu tersebut membutuhkan ruang tersendiri sebelum keseluruhan album diperdengarkan kepada publik.
Horan juga menjelaskan proses panjang di balik terciptanya lagu tersebut. Ia mengaku telah beberapa kali menulis ulang bersama Julian Bunetta dan John Ryan hingga akhirnya menemukan versi yang tepat.
“Julian Bunetta, John Ryan, dan saya memulai versi asli lagu ini bertahun-tahun yang lalu. Kami menulis ulang sekitar empat kali tanpa pernah merasa itu benar-benar tepat. Saat kami mengerjakan album ini, kami meninjaunya kembali.”
Lagu tersebut kemudian diselesaikan beberapa bulan setelah Horan menerima kabar duka mengenai kematian Liam Payne. Momentum itulah yang membuat “End of an Era” terasa lebih emosional bagi penggemar maupun dirinya sendiri.





