JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas pemanfaatan inovasi digital dengan menghibahkan dua aplikasi kepada 200 pemerintah kota di berbagai daerah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Jakarta membagikan solusi teknologi yang telah dikembangkan untuk mendukung tata kelola pemerintahan.

Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam pembukaan JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan, dua aplikasi yang diberikan berupa digital city data platform dan learning management system. Pemerintah daerah penerima memperoleh hak untuk menggunakan sekaligus mereplikasi teknologi tersebut.

Sejumlah daerah yang termasuk penerima hibah antara lain Bandung, Depok, Bekasi, dan Probolinggo. Kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan aplikasi, tetapi berkembang menjadi kerja sama antarpemerintah daerah.

“Kami berharap langkah ini nantinya menjadi awal kolaborasi yang lebih luas,” katanya.

Menurut Marulina Dewi, Pemprov DKI ingin membuka kesempatan kepada pemerintah daerah lain untuk memanfaatkan aplikasi atau teknologi digital yang telah dikembangkan serta telah terbukti bekerja baik.

Selain pemanfaatan, Marulina menegaskan, Jakarta juga membuka akses replikasi solusi digital yang telah dikembangkan, disertai dengan transfer pengetahuan dan pendampingan dalam pengimplementasiannya.

Ditegaskan Marulina, hibah ini sekaligus menjadi penyataan bahwa Jakarta tidak hanya ingin menjadi tempat lahirnya inovasi. Tetapi juga menjadi tempat inovasi itu dibagikan, dikembangkan bersama serta memberi manfaat bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Jadi tidak sekadar diberikan, tetapi kita akan ikut bersama-sama dengan teman-teman pemerintah daerah. Pastinya, hasilnya akan kembali lagi ke Jakarta,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya kebijakan dan pelayanan publik yang semakin tepat sasaran.

Sebab itu, kata Rano, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang eknologi dapat menjadi salah satu game changer dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan mahadata (Big Data).

Dikatakan Rano, keduanya dapat dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan warga secara lebih akurat, membantu menentukan prioritas kebijakan, serta memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Saat ini, jelas Rano, pemanfaatan teknologi AI di Jakarta terus didorong dalam berbagai aspek tata kelola kota, mulai dari Intelligent Traffic Control System untuk mengelola lalulintas secara real-time, Jakarta Satu yang mengintegrasikan data geospasial melalui prinsip satu peta, satu data, dan satu kebijakan, hingga kehadiran JAKI sebagai super app bagi pelayanan publik.

“Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak boleh berhenti sebagai sekadar kecanggihan. Lebih dari itu, teknologi harus menjadi alat untuk membuat sistem pembangunan kota menjadi lebih baik,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *