
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mempercepat penyediaan hunian layak melalui pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru yang dijadwalkan dimulai pada tahun depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mengatasi keterbatasan lahan dan tingginya harga rumah di ibu kota.
Rencana penyediaan rusun ini diungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, pembangunan rusun menjadi salah satu program prioritas untuk memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.
“Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran, saya sudah menyetujui untuk tahun depan kita bangun 11 rusun baru yang besar,” kata Pramono, belum lama ini.
Melalui peningkatan jumlah hunian layak, Pramono ingin masyarakat memiliki akses hunian yang mudah dan transparan. Menurut dia, penyediaan rumah susun akan menjadi solusi masalah permukiman di Jakarta.
“Karena enggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu,” tuturnya.
Di tengah kondisi ekonomi saat ini, Pemprov DKI juga terus memberikan pelatihan bagi para pedagang kaki lima (PKL) agar mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Meski demikian, ia mengaku tak sedikit masyarakat dari berbagai daerah yang tertarik untuk mengadu nasib di Jakarta. Pramono pun menegaskan, Jakarta tetap akan terbuka bagi siapapun yang ingin bekerja.
Namun, ia mengingatkan agar para pendatang juga memiliki keterampilan dan turut menjaga ketertiban.
“Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum. Itu yang paling utama,” ucap Pramono.





