
JAKARTA, wartametropolitan.com – Band asal Bandung Sembilan Tera menabrak arus musik populer lewat mini album perdana berjudul Sementara Itu. Alih-alih menjual kisah cinta ringan, enam personelnya justru menghadirkan rangkaian lagu tentang luka batin, kehilangan dan kehampaan yang kerap disembunyikan banyak orang di balik senyum dan kehidupan yang terlihat baik-baik saja.
Hasilnya, mini album yang diperkenalkan pada Mei 2026 ini terasa lebih personal dan dekat dengan realitas kehidupan.
Sembilan Tera sendiri digawangi Arie Axara sebagai drummer sekaligus penulis lagu, Aditya (gitar), Ricky (bass), Eza (vokalis), Angga (trombone) dan Taufik (keyboard). Namun, jauh sebelum memperkenalkan “Sementara Itu”, keenam personelnya dikenal aktif bermusik di berbagai panggung kafe.
Adapun mini album Sementara Itu memuat lima lagu, yakni Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka dan Sementara Itu. Seluruh materi lagu ditulis Arie Axara dengan benang merah fase hidup yang terasa menggantung dan penuh ketidakpastian.
Arie mengatakan proses penulisan lagu dilakukan dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap orang-orang di sekitar mereka. Dari panggung ke panggung, Sembilan Tera melihat banyak orang terlihat bahagia, tetapi sebenarnya menyimpan rasa lelah yang sulit diungkapkan.
“Kami tidak ingin membuat lagu yang sekadar enak didengar. Kami ingin membuat lagu yang bisa menemani orang-orang ketika sedang merasa paling sendiri,” ujar Arie.
Nuansa emosional menjadi identitas utama dalam mini album tersebut. Sembilan Tera sengaja tidak menutupi sisi rapuh yang dituangkan lewat lirik maupun aransemen musik. Mereka memilih tampil apa adanya tanpa mencoba terdengar sempurna.
“Kadang orang terlalu sibuk terlihat kuat sampai lupa jujur dengan dirinya sendiri. Lewat Sementara Itu, kami cuma ingin bilang bahwa merasa hancur itu manusiawi,” tutur Arie.
Band ini juga menyadari bahwa karya mereka mungkin tidak bisa diterima semua kalangan. Namun, hal itu tidak menjadi masalah karena sejak awal Sembilan Tera memang ingin menghadirkan musik yang relevan bagi mereka yang sedang berada di titik terendah dalam hidup.
Melalui mini album ini, Sembilan Tera berharap para pendengar tidak lagi merasa sendirian menghadapi luka dan tekanan hidup. Mereka ingin musik bisa menjadi ruang aman untuk mengakui rasa sakit tanpa harus berpura-pura kuat di depan orang lain.
“Kalau nantinya ada satu orang saja yang merasa ditemani setelah mendengar lagu-lagu kami, itu sudah lebih dari cukup,” ucapnya.
Kehadiran Sementara Itu sekaligus menjadi langkah awal Sembilan Tera memperkenalkan warna musik mereka di industri musik independen Tanah Air. Dengan tema yang dekat dengan realitas emosional anak muda saat ini, mini album tersebut diharapkan mampu menjangkau pendengar yang mencari karya musik jujur dan penuh makna.





