
JAKARTA, wartametropolitan.com – Film The SpongeBob SquarePants Movie (2004) ternyata menyimpan inspirasi yang jauh lebih dalam daripada sekadar kisah komedi bawah laut. Banyak penggemar tidak menyadari bahwa petualangan SpongeBob dan Patrick memiliki kemiripan yang kuat dengan The Odyssey, puisi epik karya Homer yang telah memengaruhi dunia sastra selama hampir 2.700 tahun.
Kesamaan tersebut diulas dalam artikel yang ditulis August Barham dan diterbitkan ScreenRant pada 3 Agustus 2026. Menurut ulasan tersebut, film garapan mendiang Stephen Hillenburg itu mengikuti pola klasik perjalanan seorang pahlawan yang menjadi inti cerita The Odyssey.

Awalnya, Hillenburg merancang The SpongeBob SquarePants Movie sebagai penutup serial animasi SpongeBob SquarePants. Karena itu, ia menghadirkan kisah yang lebih besar dengan menempatkan SpongeBob dan Patrick dalam sebuah misi berbahaya untuk mengambil mahkota Raja Neptunus di Shell City sekaligus menyelamatkan Bikini Bottom dari rencana jahat Plankton.
Salah satu kemiripan paling mencolok terdapat pada karakter utama. SpongeBob digambarkan sebagai sosok yang memiliki semangat pantang menyerah, kerap melakukan kesalahan, tetapi tetap mampu menyelesaikan misinya berkat niat baik dan keberaniannya. Karakter tersebut dinilai sejalan dengan Odysseus yang menjalani perjalanan panjang sebelum akhirnya kembali sebagai pribadi yang lebih dewasa.
Hubungan antara Raja Neptunus dan Putri Mindy juga disebut menyerupai dinamika Poseidon dan Athena dalam mitologi Yunani. Raja Neptunus menjadi sosok yang menghambat perjalanan SpongeBob, sedangkan Mindy justru memberikan bantuan dan arahan agar misi tersebut dapat diselesaikan.
Kemiripan lain terlihat pada tokoh antagonis. Plankton memiliki peran yang serupa dengan Antinous dalam The Odyssey. Saat SpongeBob meninggalkan Bikini Bottom, Plankton memanfaatkan situasi untuk mengambil alih kekuasaan, sebagaimana Antinous berusaha menguasai Ithaca ketika Odysseus belum kembali.
Referensi langsung terhadap karya Homer juga tampak melalui kemunculan kantong angin. Dalam kisah The Odyssey, Odysseus memperoleh kantong berisi angin dari Aeolus. Sementara dalam film SpongeBob, Mindy memberikan kantong angin kepada SpongeBob dan Patrick untuk membantu perjalanan mereka. Namun, Patrick secara tidak sengaja membukanya terlalu cepat sehingga perjalanan mereka berubah menjadi lebih sulit.
Tempat hiburan Goofy Goober pun dianggap memiliki fungsi yang sama seperti Negeri Pemakan Teratai dalam kisah Homer. Jika para prajurit Odysseus lupa akan tujuan mereka setelah memakan bunga teratai, SpongeBob dan Patrick justru terlena menikmati es krim sundae hingga melupakan misi yang sedang dijalankan.

Sementara itu, adegan di Thug Tug juga dinilai mengingatkan pada pertemuan Odysseus dengan bangsa Laestrygonian. SpongeBob dan Patrick harus menghadapi sekelompok makhluk bertubuh besar yang membuat keduanya berada dalam situasi berbahaya sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri.
Meski dikemas sebagai film animasi komedi, The SpongeBob SquarePants Movie ternyata memuat banyak elemen yang identik dengan The Odyssey. Mulai dari struktur perjalanan sang pahlawan, karakter, hingga sejumlah adegan ikonik, semuanya menunjukkan bahwa film tersebut bukan sekadar hiburan anak-anak, melainkan juga sebuah reinterpretasi modern dari salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah.





