
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah di Plaza Lokomotif, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Festival ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya memilah sampah demi menciptakan destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Pilah Sampahnya, Jaga Destinasinya!”, acara ini terbuka untuk masyarakat umum yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, kader PKK, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.
Siswa SMAN 105 Jakarta, kader PKK, serta perwakilan Pokdarwis Kelurahan Ceger turut ambil bagian dalam festival. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Seluruh rangkaian acara dikemas secara interaktif dan partisipatif agar pengunjung dapat memahami cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu melalui berbagai aktivitas edukatif yang menyenangkan.
Kepala Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata, Triatin Permanik, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan destinasi wisata di Jakarta.
“Melalui tindakan sederhana ini, masyarakat turut berperan menjaga estetika, meningkatkan kualitas destinasi wisata, serta memastikan kawasan wisata di DKI Jakarta tetap bersih, nyaman, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Triatin.
Ia berharap, melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelajar, dan masyarakat, Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah dapat melahirkan semakin banyak agen perubahan yang konsisten menerapkan gaya hidup minim sampah.
“Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya destinasi wisata Jakarta yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai bagian dari masa depan pariwisata Indonesia,” ucap dia.
Sebagai informasi, festival diawali dengan pawai dan kirab kampanye pemilahan sampah yang mengelilingi kawasan TMII, dimeriahkan oleh penampilan Marching Band, kesenian tradisional Bedug Doll, serta Komunitas Betawi.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti gelar wicara lingkungan yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya aktivis lingkungan Jerhemy Owen, perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Waste4Change, serta Taufiq Yusuf dari Alam Indonesia.
Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas destinasi wisata.
Tak hanya memperoleh wawasan, peserta juga dapat mengikuti tiga lokakarya ekologi kreatif, yakni Workshop Plastic Press, Workshop Minyak Jelantah – Sabun da Workshop Palstic Beads yang memberikan pengalaman langsung dalam memilah serta mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Suasana festival juga semakin semarak melalui kolaborasi seni budaya dan pertunjukan pawai Trash Percussion, Bedug Doll dan Tarian Theatrical yang memanfaatkan alat musik dari bahan-bahan daur ulang.
Pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni tiga dimensi yang menggambarkan masa depan destinasi wisata pada tahun 2030, serta berpartisipasi pada Dinding Komitmen Bersama dengan menandatangani deklarasi kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata.
Sebagai bentuk penerapan prinsip ramah lingkungan, festival turut menghadirkan bazar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal berkualitas dari pelaku usaha kreatif dengan semangat keberlanjutan.





