JAKARTA, wartametropolitan.com – Nama Lee Dong Wook terseret kasus penipuan berkedok asmara atau romance scam. Seorang wanita berusia 30-an mengaku telah menjalin hubungan selama hampir setahun dengan pria yang diyakininya sebagai Lee Dong Wook.

Hubungan yang awalnya diyakini sebagai kisah cinta tersebut justru membuat korban kehilangan uang dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan SBS, wanita itu mengaku telah mengirimkan sekitar 35 juta won kepada sosok yang ternyata diduga bukan Lee Dong Wook sebenarnya.

Korban bahkan menggunakan tabungan dan uang yang semestinya diperuntukkan bagi kebutuhan hidup untuk memenuhi permintaan pria tersebut.

“Lee Dong Wook sebenarnya sempat menyatakan perasaannya padaku. Kami bahkan sudah membicarakan rencana mengunjungi orang tuaku bersama-sama dan mempertemukan keluarga kami secara resmi. Hubungan kami sudah sampai sejauh itu. Jadi, kami akhirnya menjalin hubungan asmara. Dia bilang, ‘Aku mencintaimu, sayang.’ Aku memanggilnya ‘oppa,’ dan dia memanggilku ‘jagiya.’ Kami berkomunikasi seperti itu selama hampir setahun. Aku menghabiskan sekitar 30 hingga 40 juta won. Aku bahkan mencairkan tabungan rutin dan menggunakan uang yang seharusnya untuk biaya hidup. Totalnya, aku memberikan 35 juta won kepadanya,” kata korban.

Jika dikonversikan dengan nilai yang tercantum dalam laporan tersebut, 35 juta Won setara sekira Rp400 juta. Korban mengaku memiliki sejumlah bukti komunikasi selama berhubungan dengan pria yang diyakininya sebagai sang aktor.

Bukti tersebut antara lain berupa tangkapan layar percakapan dengan akun yang menggunakan identitas Lee Dong Wook. Sejumlah gambar yang dikirimkan kepada korban juga tampak dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kasus tersebut menjadi contoh modus romance scam, yakni penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk mendapatkan keuntungan finansial. Pelaku biasanya membangun kepercayaan korban sebelum meminta uang atau bantuan dalam bentuk lainnya.

Laporan SBS tersebut juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola penipuan berkedok hubungan asmara serta langkah yang dapat dilakukan agar tidak terjebak dalam modus serupa.

Menanggapi pencatutan nama artisnya, agensi Lee Dong Wook, King Kong by Starship, mengeluarkan pernyataan pada 16 September.

Pihak agensi menegaskan bahwa para artis di bawah naungannya tidak akan meminta uang, pembayaran, informasi pribadi, maupun barang berharga melalui aplikasi pesan pribadi atau akun media sosial.

“Artis-artis di bawah naungan King Kong by Starship tidak meminta uang, pembayaran, informasi pribadi, ataupun barang berharga lainnya melalui aplikasi pesan pribadi atau akun media sosial,” tutur King Kong by Starship

Agensi juga mengimbau masyarakat yang menemukan dugaan peniruan identitas artis untuk segera melaporkannya kepada pihak King Kong by Starship.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI dapat membuat modus penipuan berbasis identitas semakin meyakinkan. Masyarakat perlu memverifikasi identitas seseorang melalui saluran resmi sebelum memberikan uang, data pribadi, atau barang berharga, terlebih ketika komunikasi hanya berlangsung melalui media sosial atau aplikasi pesan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *