JAKARTA, wartametropolitan.com – Perubahan penampilan Sabrina Carpenter sukses menyita perhatian publik. Penyanyi 26 tahun itu menjadi bahan perbincangan setelah tampil berbeda dalam pemotretan terbarunya yang memicu para penggemar membandingkannya dengan Billie Eilish.

Dalam sesi pemotretan untuk majalah Perfect, pelantun “Espresso” ini tampil dengan gaya yang kontras dari biasanya. Carpenter terlihat mengenakan rambut panjang berwarna gelap dengan poni tebal, menciptakan kesan yang membuatnya hampir tak dikenali dalam beberapa sudut pengambilan gambar.

Penampilan tersebut sontak mengundang reaksi luas, terutama di media sosial. Banyak penggemar menilai bahwa perubahan gaya Sabrina membuatnya terlihat sangat mirip dengan Billie Eilish, musisi yang dikenal lewat lagu “Birds of a Feather”.

“Apakah Anda yakin itu bukan Billie?” tulis seorang pengguna.

“Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda tidak melihat kemiripan dengan Billie,” tulis netizen.

Meski demikian, tidak semua penggemar sepakat dengan anggapan tersebut. Sebagian menilai bahwa gaya tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi mantan bintang Disney Channel itu.

“Dia benar-benar mudah dikenali… mengingatkan saya pada video musik Fast Times-nya di mana dia mengenakan wig cokelat gelap,” tulis netizen.

“Beberapa dari kalian belum menonton video Fast Times dan itu terlihat jelas,” tulis netizen lainnya.

Di tengah ramainya perbandingan, hubungan antara Sabrina Carpenter dan Billie Eilish diketahui tetap berjalan positif. Tidak ada indikasi rivalitas di antara keduanya.

Sebelumnya, Billie Eilish telah menepis anggapan adanya rasa terancam terhadap kesuksesan musisi lain. Ia bahkan mengungkapkan kebahagiaannya melihat pencapaian rekan-rekan sesama penyanyi.

Sementara itu, Sabrina juga pernah menunjukkan apresiasinya terhadap karya Billie. Ia menyebut album “HIT ME HARD AND SOFT” sebagai sesuatu yang “ajaib” melalui unggahan di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan gaya visual seorang artis dapat memicu persepsi baru di kalangan penggemar, sekaligus mempertegas kuatnya pengaruh citra dalam industri musik global.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *