JAKARTA, wartametropolitan.com – Nama Freddie Mercury begitu lekat dengan perjalanan hidup Mary Austin. Keduanya pernah menjalin hubungan asmara dan tetap mempertahankan kedekatan setelah hubungan tersebut berakhir. Namun, kisah tentang vokalis Queen ini ternyata tidak pernah dibicarakan di rumah Mary.

Keputusan itu bukan karena Freddie tidak memiliki tempat penting dalam kehidupan Mary. Sebaliknya, hubungan keduanya tetap sangat erat hingga Freddie meninggal dunia pada 1991.

Freddie bahkan memberikan rumahnya, Garden Lodge, serta separuh harta kekayaannya kepada Mary. Meski demikian, anak-anak Mary, Richard dan James tidak tumbuh dengan cerita mengenai sosok besar yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan ibunya.

Mary memilih menyimpan kisah tersebut dari anak-anaknya ketika mereka masih kecil. Dia tidak ingin masa kecil kedua putranya dipenuhi bayang-bayang popularitas Freddie sebagai salah satu musisi paling terkenal di dunia.

“Mereka tidak tahu apa-apa tentang Queen, karena saya tidak pernah menceritakannya kepada mereka. Saya tidak pernah bercerita tentang Freddie.”

Bagi Mary, keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya memberikan kehidupan yang senormal mungkin kepada anak-anaknya. Ia ingin Richard dan James memiliki ruang untuk tumbuh tanpa harus menjadikan ketenaran Freddie sebagai bagian utama dari kehidupan mereka.

Di sisi lain, membicarakan Freddie bukan perkara mudah bagi Mary. Kenangan mengenai sosok yang sangat dicintainya itu masih membawa emosi tersendiri, sehingga ia memilih untuk tidak banyak membuka cerita tentang masa lalu tersebut kepada keluarganya.

Salah satu putranya, Jamie, sebenarnya mengetahui bahwa Freddie memiliki arti besar bagi sang ibu. Ia juga dapat memahami mengapa Mary tidak banyak mengungkap kisah mengenai hubungan mereka ketika dirinya dan saudaranya masih kecil.

Pengetahuan Jamie mengenai Freddie kemudian berkembang seiring bertambahnya usia. Keluarga tersebut baru perlahan membuka pembicaraan mengenai sang musisi setelah bertahun-tahun berlalu.

Dari percakapan yang mulai terbuka itu, Jamie semakin memahami beratnya kehilangan yang pernah dialami ibunya. Freddie bukan sekadar figur terkenal bagi Mary, melainkan seseorang yang mempunyai posisi sangat istimewa dalam perjalanan hidupnya.

Kisah tersebut menunjukkan bagaimana Mary berusaha memisahkan kehidupan keluarganya dari bayang-bayang popularitas Freddie Mercury. Ia memilih agar anak-anaknya mengenal kehidupan mereka sendiri terlebih dahulu sebelum memahami secara utuh masa lalu sang ibu.

Kini, kenangan tentang Freddie tetap menjadi bagian dari keluarga Mary Austin. Bedanya, setelah melewati waktu yang panjang, kisah tersebut tidak lagi sepenuhnya menjadi sesuatu yang harus disimpan dalam diam.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *