
JAKARTA, wartametropolitan.com – Kehadiran Legend of the White Dragon pada 2026 sempat membuat penggemar bertanya-tanya mengenai hubungannya dengan Power Rangers. Film tersebut memiliki sejumlah pemeran yang pernah menjadi bagian dari waralaba populer itu dan menampilkan Jason David Frank sebagai tokoh utama.
Namun, kesamaan tersebut tidak membuat Legend of the White Dragon menjadi film resmi Power Rangers. Karya ini merupakan film pahlawan super independen yang mengambil banyak inspirasi dari semangat waralaba yang telah membesarkan nama sejumlah pemainnya.
Film tersebut bermula dari proyek pendanaan publik melalui Kickstarter. Salah satu sutradaranya, Aaron Schoenke, bertemu dengan Jason David Frank dan kemudian mengembangkan gagasan untuk menghadirkan film pahlawan super baru.
Upaya penggalangan dana pertama sempat gagal. Namun, proyek tersebut berhasil pada percobaan berikutnya dengan mengumpulkan USD508.578 pada 2020. Setelah melalui berbagai perubahan produksi, film akhirnya rampung pada 2023.
Sayangnya, Frank tidak sempat menyaksikan hasil akhir proyek tersebut. Pemeran Tommy Oliver dalam serial Power Rangers itu meninggal dunia pada 2022 dalam usia 49 tahun.
Keterkaitan Legend of the White Dragon dengan Power Rangers semakin kuat karena sejumlah pemainnya merupakan mantan pemeran waralaba tersebut. Frank sendiri dikenal sebagai Tommy Oliver, karakter yang pertama kali menjadi Green Ranger sebelum kemudian bertransformasi menjadi White Ranger.
Kehadiran istilah “White” dalam judul Legend of the White Dragon pun terasa memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar yang mengenal perjalanan karakter Frank di Power Rangers.
Selain Frank, film tersebut juga dibintangi Jason Faunt, Ciara Hanna, dan Cerina Vincent. Faunt sebelumnya dikenal melalui Power Rangers Time Force, Hanna berperan sebagai Gia Moran dalam Power Rangers Megaforce, sedangkan Vincent memerankan Maya dalam Power Rangers Lost Galaxy.
Faunt dan Hanna bahkan sudah terlibat sejak tahap awal proyek ketika film masih menjalani penggalangan dana. Vincent kemudian bergabung untuk menggantikan Catherine Sutherland.
Meski jajaran pemerannya identik dengan Power Rangers, cerita Legend of the White Dragon berdiri sendiri. Film ini mengisahkan seorang mantan pahlawan super bernama White Dragon yang hidup bersembunyi sebagai buronan hukum selama tiga tahun.
White Dragon kemudian kembali ke kota yang pernah dilindunginya. Ia berusaha memulihkan nama baik sekaligus menyatukan kembali keluarganya yang selama ini dirahasiakan. Dalam perjalanannya, ia harus berhadapan dengan Dragon Prime yang diperankan Aaron Schoenke.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa Legend of the White Dragon bukan bagian dari kontinuitas Power Rangers. Film ini memiliki dunia, karakter, dan konflik orisinal meski pengaruh Power Rangers sangat terasa dalam konsep pahlawan supernya.
Pengaruh tersebut juga berkaitan dengan keinginan Frank untuk membuat kisah yang memiliki semangat Power Rangers, tetapi diperuntukkan bagi penonton yang sudah beranjak dewasa. Karena itu, film ini menghadirkan pendekatan yang lebih keras dengan rating R dan nuansa aksi fantasi yang lebih dekat dengan film seni bela diri.
Bagi penggemar lama Power Rangers, Legend of the White Dragon akhirnya menjadi lebih dari sekadar film pahlawan super independen. Film ini menjadi karya terakhir Frank sekaligus semacam penerus spiritual yang membawa kembali nuansa yang pernah melekat pada sosok Tommy Oliver.
Dengan demikian, Legend of the White Dragon dan Power Rangers tidak berada dalam semesta cerita yang sama. Hubungan keduanya terletak pada para pemeran, terutama Frank, serta pengaruh kreatif yang menjadikan film tersebut terasa akrab bagi penggemar Power Rangers.





