JAKARTA, wartametropolitan.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mempercepat penanganan sampah yang menumpuk di sejumlah wilayah ibu kota usai libur Lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas lonjakan volume sampah serta dampak insiden longsor di TPST Bantargebang.

Percepatan penanganan dilakukan guna menjaga kenyamanan warga sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyesuaian sistem pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang agar distribusi tetap lancar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan adanya penumpukan sampah di beberapa titik akibat kondisi tersebut.

“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Asep.

Untuk mengatasi kendala di lapangan, DLH DKI menerapkan sistem pengangkutan dengan pembagian tiga sif dalam sehari. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurai antrean truk sampah serta menghindari kepadatan di jalur menuju Bantargebang.

”Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga sif setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Selain itu, pengaturan ini juga memastikan waktu tunggu truk tidak berlarut-larut. DLH DKI menargetkan waktu tunggu kendaraan pengangkut tetap terkendali guna mendukung efisiensi operasional serta keselamatan para pengemudi.

“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” tuturnya.

Di sisi lain, penanganan langsung di lapangan juga terus dilakukan. Sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami penumpukan kini mulai tertangani. TPS Kali Anyar dilaporkan telah bersih setelah proses pengosongan rampung.

Sementara itu, TPS Rawadas yang selama ini berstatus sebagai tempat pembuangan liar telah ditutup permanen melalui kerja sama lintas instansi, termasuk aparat wilayah dan Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi.

Adapun penanganan di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Tol Wiyoto Wiyono masih berlangsung. Setelah pengosongan selesai, lokasi tersebut akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar serta pengawasan terpadu bersama unsur masyarakat dan aparat.

DLH DKI menargetkan operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam pekan ini. Sisa sampah akibat arus balik Lebaran juga terus didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk Bantargebang dan RDF Plant.

“Kami berkomitmen untuk mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *